Haul & Wrap Up: June – August 2020
![]() |
instagram @kikioread |
Kali ini Book Haul dan Reading Wrap Up
untuk tiga bulan sekaligus. Dari Juni hingga Agustus. Tidak banyak buku yang
kuselesaikan di masa itu. Untuk buku baru (book haul) juga hanya dua. Di awal
tahun aku memasang target baca 30 buku. Hingga saat aku menuliskan postingan
ini, aku baru menyelesaikan setengahnya. Apakah sisanya akan terkejar hingga
akhir tahun nanti? Semoga bisa. Kalau gagal pun tidak masalah. Target memang
ada untuk dicapai. Namun untuk target seperti ini, aku fleksibel saja biar
tidak mengganggu kenyamanan kegiatan baca itu sendiri, hehe. Baiklah berikut daftar Book
Haul dan Reading Wrap Up selama
Juni hingga Agustus 2020:
Book
Haul
#2
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 by Cho Nam Joo
Buku ini hadir karena aku tergoda
diskon! Tetapi aku tidak menyesal. Di antara daftar buku diskon lainnya ketika
itu, aku tertarik dengan novel asal negeri Korea ini. Beberapa ulasan yang
kubaca tentangnya bernada positif. Novel ini mengangkat isu kesetaraan gender
dan tentang budaya patriarki yang kental yang menyebabkan kegelisahan terhadap
peran perempuan di masyarakat bahkan di dalam sebuah rumah tangga. Novel ini
juga sudah diadaptasi ke dalam bentuk film. Oh, ya, nomor yang kuletakkan
sebelum judul buku ini merupakan urutan daftar buku yang telah kubeli selama
2020. Jadi aku berhasil tidak banyak belanja buku tahun ini. Hingga Agustus, total
baru tiga buku saja yang kubeli, hehe.
#3
Goodbye, Things by Fumio Sasaki
Sama halnya dengan Kim Ji-Yeong, Goodbye, Things
dibeli karena terpengaruh diskon. Aku pun tidak menyesal. Bisa dibilang aku
penyuka fiksi, namun setahun terakhir aku mulai tertarik dengan non fiksi.
Sudah lumayan lama penasaran dengan buku ini. Isinya berkaitan dengan cara
hidup minimalis lebih tepatnya tentang “membuang” barang-barang yang tidak
diperlukan. Aku telah tuntas membacanya dan telah kuulas juga. Silakan intip di
rangkuman bacaan di bawah ini, ya.
Reading
Wrap Up
Novel ini bercerita tentang Chava, golem
yang ditinggalkan oleh tuan sekaligus suaminya saat berlayar menyebrangi lautan
menuju Amerika. Lalu tentang Ahmad, jin yang tiba-tiba bebas setelah terkurung
selama 1000 tahun di sebuah guci tembaga. Keduanya harus beradaptasi dengan
kehidupan manusia di New York tahun 1890an. Pengembangan karakter dan detailnya
membuat novel ini menarik. Sebaiknya dibaca tanpa terburu-buru. Mengingat
ketebalan dan ukuran buku, lebih baik dibaca saat memiliki banyak waktu luang.
Ini bukan kisah percintaan. Ini kisah tentang kehidupan. Rating: 4/5 (really liked it)
Hetephras--pendeta wanita tua yang
hampir sepenuhnya buta ditemukan tak bernyawa terapung di sungai Nil.
Semerket--pemabuk yang patah hati ditunjuk oleh pihak berwenang untuk
menyelidiki kasus tersebut yang akhirnya berbuntut panjang terkait konspirasi
kematian Firaun Ramses III. Butuh adaptasi ekstra saat membaca bagian awal
buku. Namun Year of the Hyenas tidak
mengecewakan. Bagaimana Semerket di tahun 1153 SM memecahan kasus pembunuhan
serta perihal kehidupan dan kebudayaan masyarakat Mesir kuno menjadi daya tarik
novel ini. Rating: 3.6/5 (liked it)
Semerket diminta Firaun Ramses IV pergi
ke Babilonia untuk menjemput Naia dan Rami serta membawa patung Bel-Marduk ke
Mesir. Misi yang mudah jika saja tidak ada krisis kekuasaan di kerajaan
tersebut. Buku kedua dari Semerket ini lebih menarik meski nuansa budaya yang
ditampilkan berbeda dari buku pertamanya. Singkatnya terasa segar dengan alur
cerita yang lebih mudah dipahami. Apakah karena penterjemahnya adalah orang
yang berbeda? Entahlah. Berharap buku ketiganya segera diterbitkan sebab
epilognya cukup membuat penasaran. Rating:
4/5 (really liked it)
Fumio Sasaki memutuskan untuk menekuni
minimalisme dan hidup dengan sedikit barang. Dengan ini, ia merasa hidupnya
lebih tenang, memuaskan dan bahagia. Selain menyinggung minimalisme, fokus buku
ini adalah tentang “membuang” barang yang tidak diperlukan dan manfaat yang
didapat dari hal tersebut. Banyak bahasan di dalamnya yang membuat mind blowing. Goodbye, Things merupakan buku yang menarik dan salah satu non
fiksi yang akan kubaca ulang. Rating:
4/5 (really liked it)
Itulah daftar buku
yang datang dan yang telah selesai kubaca. Ada yang samaan? Omong-omong, jika
tidak ada halangan, aku ingin membuat Book
Haul dan Reading Wrap Up per dua
bulan saja. Jadi selanjutnya ada di bulan Oktober nanti. Oh, ya, kalau ingin
membaca ulasan lengkap dari buku-buku di atas (reading wrap up), klik saja masing-masing
judulnya, ya. Terimakasih.
Wah, aku belum baca satu pun list yang ada disini nih, kecuali Kim Ji Young udah tonton filmnya sih. Tertarik banget nih buat baca The Gollem and The Jinni kayaknya itu bagus dan dapat rating gede lagi
ReplyDeleteSebagian besar yang di list memang buku-buku terbitan lama. Mungkin karena itu agak jarang ditemui. The Golem and the Jinni meski buku bantal dan ukurannya lebih besar dari buku lain, tapi menarik alur ceritanya. Karakter utamanya bukan manusia pula. Cobain aja kak. :)
DeleteSetuju mba, walaupun punya terget buat baca, mnrtku ini target yg fleskibel aja, tergantung kondisi (dan mood klo aku 😁)
ReplyDeleteDari semua list itu aku baru baca Goodbye Things dan aku juga suka bgd bukunya. Sempet aku tulis juga di blog saking sukanya. Apalagi sasaki ngasi tau, yg penting bukan ngurangin barangnya, tp lbh ke ngurangin yg ga terlalu penting dlm hidup agar tdk menjadi beben
Iya, supaya tetep enjoy ngejalaninya, hehe
DeleteBetul. Menginspirasi sih untuk hidup berkesadaran. Iya, ternyata menyimpan sesuatu yang gak terlalu penting dapat menjadi beban. Sekarang jadi berpikir berkali-kali kalau mau mengoleksi sesuatu. :D
Waah aku juga bikin target utk bacaan mba. Seminggu 1 buku jadi setahun aku pengen ada 54 buku, dan baru2 ini aku review trus di medsos biar konsisten :D. Sblmnya cuma baca doang.
ReplyDeleteBagus2 nih bukunya, beberapa aku pgn cari deh ntr. Mau ngabisin buku2 yg udh aku beli utk 2 bulan ke depan dulu, baru setelah itu cari buku yg lain :D
Mantap mba, semangadh!! Sukses dengan project-nya. Aku masih belum bisa baca satu minggu satu buku.. :D
Delete