Posts

Review Novel Memoirs of a Geisha (Memoar Seorang Geisha) karya Arthur Golden

Image
Kami tidak menjadi geisha karena kami ingin hidup bahagia; kami menjadi geisha karena kami tak punya pilihan. - Mameha Judul: Memoirs of a Geisha Judul terjemahan: Memoar Seorang Geisha Pengarang: Arthur Golden Alih bahasa: Listiana Srisanti Desain sampul: Martin Dima Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Terbit: Cetakan ketigabelas, Februari 2018 Tebal buku: 496 halaman Format: Paperback Genre: Historical Fiction ISBN: 978-602-03-3769-2 Bukan hanya karena desain sampulnya yang menarik untuk dilihat, ada kenangan tersendiri di benak terkait Memoirs of a Geisha. Kebetulan, aku telah lebih dulu mendengar tentang kisah ini dalam bentuk adaptasi layar lebarnya beberapa tahun lalu. Namun hanya berupa cuplikan saja. Tidak pernah menonton secara lengkap. Hal ini akhirnya menyisakan rasa penasaran. Oleh karena itu, ketika menemukannya dalam bentuk buku, aku pun memutuskan untuk membelinya. Memoirs of a Geisha berkisah tentang perjalanan hidup Sayuri Nitta. Mulai dari masa kecilnya di tempat kelahir

7 Alasan Memilih dan Membeli Buku Bacaan

Image
Sebab ingin membabat timbunan, tahun ini berusaha agar tidak tergoda untuk membeli buku baru. Meski intensitas baca masih menurun namun syukurlah niat buat berhenti menumpuk bahan bacaan masih bertahan hingga detik ini. Sebagai gantinya, aku mau cerita sedikit tentang hal-hal yang bisa menjadi sebab pembaca memilih ataupun tergoda membeli buku bacaan (baru). Apa yang aku ceritakan berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi. Barangkali ada yang samaan. Silahkan tulis di kolom komentar. :D 1| Sampul/Cover Yup, ibarat dari mata turun ke hati, pesona sampul/cover buku saat ini bisa menjadi alasan seorang pembaca tertarik untuk membeli buku tersebut. Bukan berarti sampul bagus maka isinya bagus pula. Setidaknya desain sampul yang oke dapat membuat tanganku menarik buku tersebut dari rak dan mengamatinya lebih jauh. Tidak heran jika beberapa penerbit ada yang menggelar voting sebelum memutuskan desain sampul mana yang akan dicetak. Meski sifatnya subjektif memang. Sampul yang menarik bua

Buku-buku yang Basah dan Cara Mengatasinya

Image
Kalau di Jambi sedang hujan lebat, aku jadi teringat dengan kargo barang pindahan yang datang beberapa bulan lalu. Di antaranya ada satu kardus besar berisi buku-buku, terutama novel yang memang sengaja kubawa pindah. Sedihnya, terjadi keterlambatan pengiriman. Alasannya sih proses barang keluar dari Batam agak susah. Ditambah lagi berdekatan dengan Nataru (padahal aku shipping awal Desember). Intinya, kargo tersebut ditangani sedemikian rupa. Tidak langsung dikirim via Batam-Jambi melainkan Batam-Pekanbaru-Jambi. Dimulai dari awal Desember (sekitar tanggal 3) dan baru sampai rumah Jambi pada 10 Februari. Jera banget rasanya pakai ekspedisi ini. Pengiriman lama, barang rusak dan ada juga yang hilang. Lanjut cerita, saat kargoku berada di Pekanbaru, terjadi kerusakan. Katanya gudang ekspedisi di sana ambrol. Air hujan menerpa paket yang berada di dalamnya, termasuk paketku. Diantara banyak kardus yang dikirim, kardus berisi buku tampak parah dan masih basah ketika diterima. Alhasil ada

Reading Wrap Up: January - June 2022

Image
Berbeda dari tahun sebelumnya, aku sama sekali belum menulis tentang daftar buku yang telah dibaca serta buku yang telah dibeli (book haul & reading wrap up). Intensitas bacaku masih menurun. Sementara itu aku juga telah memutuskan untuk tidak membeli bahan bacaan baru. Aku ingin membabat timbunan yang ada dulu. Berhubung sudah terlanjur begini kondisinya. Besar kemungkinan akan seperti itu pula setengah tahun terakhir ini. Jadi, sudahlah, kuputuskan untuk tahun ini membuat reading wrap up per enam bulan. :D Selama kurun waktu enam bulan terakhir (Januari - Juni), aku berhasil menuntaskan lima buku. Empat diantaranya bertajuk kriminal (mystery, thriller, crime). Sementara sisanya berupa fiksi sejarah (historical fiction). Berikut detailnya sesuai urutan baca. Hard Evidence karya Pamela Clare Kasus perdagangan manusia merupakan highlights dari novel bertajuk kriminal ini. Tessa Novak, seorang jurnalis investigasi, tidak sengaja menjadi saksi mata atas penembakan terhadap seorang g

Review Murder in the Mews karya Agatha Christie

Image
"Jarang sekali seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan wataknya. - Hercule Poirot" Judul asli: Murder in the Mews Judul terjemahan: Pembunuhan di Lorong Seri: Hercule Poirot #17 Pengarang: Agatha Christie Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Terbit: Cetakan keenam, Januari, 2014 Tebal buku: 352 halaman Format: Paperback Genre: Classic; Mystery; Crime ISBN: 978-979-22-2968-4 Aku akan sedikit flashback (kilas balik) tentang asal usul buku ini. Pada tahun 2016, aku sempat mengunjungi pameran buku dan menemukan buntelan berharga. Ada sepuluh buku karangan Agatha Christie yang dijadikan bundel dan dijual dengan harga sangat miring. Tanpa ragu, tentu aku membawa mereka semua ke kasir. Berikut daftar judul buku-buku di dalam bundel tersebut sesuai abjad (judul yang bercetak tebal mengandung link, silahkan di klik untuk membaca ulasannya). 4.50 from Paddington Curtain: Poirot’s Last Cases Evil Under the Sun Hallowe’en Party Miss Marple’s Final Cases Mrs.McGinty is Dead Murde

Review Novel The Plotters karya Un-Su Kim

Image
Dia tumbuh besar dalam perpustakaan yang dipenuhi pembunuh bayaran, penembak sewaan, dan pemburu hadiah. Judul: The Plotters Penulis: Un-Su Kim Penerjemah: Ingrid Nimpoeno Penyunting: Yuli Pritania Penerbit: Noura Books Terbit: Cetakan ke-1, Juli 2020 Tebal buku: 409 halaman ISBN: 978-623-242-119-6 Buku ini salah satu yang kutunggu kedatangannya. Pindah dari Batam, ada banyak barang yang diputuskan untuk dibawa melalui kargo. Tumpukan bacaanku salah satunya. Termasuk didalamnya The Plotters yang untunglah bisa sampai dengan selamat tanpa kerusakan seperti beberapa buku lainnya. Dari luar, novel ini membuatku tertarik sebab dua hal. Pertama, kemasannya. Desain sampulnya enak dipandang mata. Novelnya juga terlihat tidak begitu tebal. Ditambah yang kupunya ini edisi bertanda tangan. Hehe, rasanya ini kali pertama punya buku bertanda tangan penulisnya. Kedua, novel ini merupakan karya penulis Korea Selatan. Latarnya juga menggunakan negara tersebut. Aku pun merasa bakal dapat nuansa yang b