5 Serial yang Belum Tuntas Dibaca, Bikin Penasaran


Aku penggemar bacaan fiksi baik yang berupa satuan maupun yang dalam bentuk serial (terdiri dari beberapa buku). Di antara serial yang telah kuikuti, ada beberapa diantaranya yang belum tuntas. Kebanyakan malah baru buku pertamanya saja yang selesai dibaca.

Mengapa tidak membaca serial tersebut sampai selesai (alias sampai jilid terakhir)?

Ada beberapa penyebabnya, sih. Paling utama, ya, karena aku cuma punya buku pertama saja, haha. Sisa buku lainnya entah masih di toko buku atau mungkin di suatu tempat lainnya. Selain itu, ada juga serial yang memang masih menggantung alias belum diterbitkan semua. Boleh jadi karena masih dalam proses penulisan.

Aku biasanya tidak bisa menahan diri atau menunggu sampai seluruh buku di serial itu lengkap. Kalau alur ceritanya terlihat menarik, aku tergoda saja gitu buat membacanya. Berikut daftar beberapa serial yang belum tuntas dibaca dan membuat penasaran.

Seraphina karya Rachel Hartman


Saat menyusun daftar ini, Seraphina muncul di kepala. Aku memang masih menantikan kesempatan untuk membaca sekuelnya meski Seraphina sendiri telah selesai dibaca sekitar lima tahun lalu.

Apakah aku masih mengingat alur ceritanya? Secara detail, tidak. Namun kesan baik yang ditinggalkan oleh buku ini di benakku sedemikian rupa sehingga tidak sepenuhnya terlupakan.

Seraphina berkisah tentang sebuah dunia dimana naga dan manusia hidup berdampingan dengan damai hingga sesuatu terjadi pada perayaan tahun damai ke-40. Sebuah insiden fatal yang dapat memicu kembali perang diantara keduanya. Seraphina sendiri adalah gadis yang mencintai musik dan mahir bermain seruling. Tentunya dia (sebagai tokoh utama) juga terlibat dalam situasi tersebut.

Buku kedua sekaligus terakhir dari serial ini telah terbit dengan judul Shadow Scale. Namun tampaknya belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Oh, atau aku yang ketinggalan informasi? Jika teman pembaca lainnya ada yang tahu soal ini, silahkan cerita di kolom komentar. Tanggung banget, ya, tinggal satu buku lagi dari serial ini yang belum dibaca.

Magic Thief karya Sarah Prineas

Bagaimana mungkin bisa lupa dengan fiksi bergenre fantasi satu ini. Selain alur ceritanya yang menarik dan membuat penasaran, ada satu memori “menohok” saat membeli buku ini. :’)


The Magic Thief adalah jilid pertama dari serial ini. Berkisah tentang Connwaer (lumayan sulit mengeja namanya, hehe). Conn adalah anak kecil sekaligus seorang pencuri. Suatu kali ia mencuri benda berharga milik seorang penyihir. Alih-alih menghukum Conn, penyihir tersebut malah terkesan dan mengangkatnya menjadi murid. Sebab benda yang dicuri Conn tidak bisa dipegang sembarangan oleh manusia biasa.

Buku ini memiliki packaging yang menarik. Desain sampul berikut ilustrasi di dalamnya memanjakan mata. Prineas mencoba membangun dunia baru, sehingga buku ini dilengkapi dengan peta kota, daftar aksara kuno hingga resep biskuit yang sering muncul dalam banyak adegan.

Secara pribadi, aku hanya pernah melihat buku pertama, kedua dan ketiga. Berdasarkan informasi di situs Goodreads, tampaknya Magic Thief Series terdiri dari empat buku. Ya, semoga suatu kali dapat menyelesaikan serial ini.

Mirrorworld karya Cornelia Funke

Inkworld series boleh jadi merupakan serial paling terkenal milik Cornelia Funke. Aku belum pernah membaca serial tersebut. Namun aku tidak perlu merasa khawatir dan penasaran karena alhamdulillah semua buku dalam serial Inkworld telah duduk manis di lemari. Serial Mirrorworld-lah yang masih membuatku penasaran. :D


Mirrorworld terdiri dari lima buku (berdasarkan informasi Goodreads). Aku baru selesai baca buku pertama berjudul Reckless. Buku ini kurang dari 400 halaman namun terasa padat. Menurutku karena isinya lumayan intens dan kelam.

Reckless merupakan nama belakang dari tokoh utamanya. Petualangan Jacob Reckless di dunia cermin menjadi lebih serius dan mengancam saat adiknya ikut memasuki dunia ini. Sebuah dunia dimana segala makhluk dongeng dan mitos hidup.

Singkatnya kisah Reckless di Mirrorworld itu seperti kalimat yang tertera di sampul belakang buku: Kalau kau mencari cerita dongeng yang berakhir bahagia selama-lamanya, berarti buku ini bukan untukmu.

Intinya buku pertama dari serial ini sudah sekelam itu. Aku tidak tahu bagaimana kedepannya dan tentu tidak berharap jilid berikutnya akan langsung "terang benderang".

Ini agak OOT (di luar topik bahasan) :D
Ada satu buku lain karangan Cornelia Funke yang juga pengen kubaca. Judulnya Herr der Diebe, diterjemahkan menjadi Pangeran Pencuri. Buku ini pernah muncul dihadapanku namun tidak kubeli. Akhirnya jadi penasaran sendiri.

Unwind Dystology karya Neal Shusterman


Tampaknya serial yang terdiri dari empat buku ini lumayan terkenal di kalangan pembaca fiksi. Unwind milik Neal Shusterman mengangkat kisah bertema distopia: berlatar masa depan dengan tatanan dunia baru yang lebih modern namun ganjil serta menimbulkan rasa tidak nyaman.

Di dunia ini, anak-anak yang dianggap tidak berguna, gagal serta nakal memiliki kesempatan untuk "digugurkan" dengan dikenai status sebagai Unwind.

Proses Unwind atau pemisahan raga yaitu pemisahan anggota tubuh yang kemudian akan didonorkan ke anak-anak lain yang membutuhkan. Tidak manusiawi, ya. Di buku ini juga dijelaskan latar belakang penyebabnya.

Connor, Risa, dan Lev akan mengalami pemisahan raga. Penyebab mereka menjadi unwind berbeda-beda. Namun mereka sama-sama menolak dan berontak. Hal ini membuat mereka dikejar-kejar banyak pihak terutama pemerintah.

Premis yang ditawarkan dan cara Shusterman bertutur menarik untuk disimak. Saat membaca buku ini, rasanya sulit untuk mengambil jeda karena terasa begitu adiktif. Intinya ini salah satu serial yang wajib diikuti apalagi jika kamu memang pencinta bacaan bertema distopia.

The Golem and the Jinni karya Helene Wecker


Aku baru menyelesaikan buku ini di 2020 lalu. Awalnya aku mengira ini hanya terdiri dari satu buku saja. Ternyata ada sekuelnya, dong.

Berdasarkan informasi dari Goodreads, buku kedua (The Hidden Palace) kemungkinan akan terbit pertengahan tahun ini. Dipikir-pikir lumayan jauh juga jaraknya dengan buku pertama (±8 tahun). Aku menunggu yang terjemahan saja. Semoga diterjemahkan, hehe.

Omong-omong, ini bisa dibilang termasuk serial bergenre fantasi. Apa yang membuat serial ini menarik? Sesuai dengan yang tertera di judul, tokoh utamanya bukan manusia. Dari segi karakter dan alur cerita, aku terkesan dengan watak dan kisah kehidupan sang Golem dan Jin. Helene Wecker juga menulis dengan hati-hati untuk buku debutnya ini. Intinya ini salah satu serial yang membuat penasaran dan kuharap dapat membaca lanjutannya.

Penutup

Itulah deretan serial yang membuatku penasaran. Baru buku pertamanya saja yang selesai dibaca. Sisanya entah bagaimana, haha. Tapi aku harap suatu kali nanti kumpulan serial di atas dapat kutuntaskan. :D

Comments

  1. Waah kalo ngomongin series, rata-rata tumpukan TBR ku isinya series semua 🤣 Kalo aku rajin baca mesti cepet berkurang tuh tumpukan TBR hahaha. Sayangnya baca series ini emang butuh effort lebih ya Mba, apalagi kalo bukunya banyak dan udah tamat. Kadang aku ga sabar pengen tau endingnya itu bakalan gimana... kalo diliat-liat malah series yang aku beresin dikit banget dibandingkan yang ada di TBR.

    Dari series yang ada disini, yang udah masuk TBR aku cuma yang Unwind karya Neal Shusterman. Aku tertarik banget sama premisnya cuma karena 4 buku duh mikir-mikir lagi. Untuk namatin yang 2 atau 3 buku aja udah ngos-ngosan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngoleksi series ntu sebenarnya seru. Apalagi kalau bisa dapet yg sampulnya satu desain. Haha.

      Iya sih kalau bacanya butuh effort lebih haha. Paling diselingin sama bacaan lain biar gak berasa monoton.

      Unwind lumayan adiktif buku pertamanya. Jilid selanjutnya kurang tahu. Tapi keren ih tika, lengkap koleksi unwindnya. Jadi pengen juga. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] Le Petit Prince by Saint-Exupery – Perenungan sederhana tentang kehidupan

[Review] The Silmarillion by J.R.R Tolkien – Sebuah riwayat yang panjang

[Review] Emma by Jane Austen – Drama percintaan klasik