Wishlist: November 2021


Bongkar-bongkar arsip postingan di Bukulova, rupanya terakhir membuat blog tentang daftar buku inceran itu di tahun 2017 lalu. Setelahnya postingan bertemakan wishlist ini vakum. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya.

Awal Mula

Sumber informasi utamaku saat itu adalah situs Blogger Buku Indonesia dimana terdapat kompilasi postingan terbaru dari anggota blog buku lainnya. Sebagian besar berupa review/ulasan. Buku-buku yang kutemukan di sana menarik hati dan karena lumayan banyak, aku coba buat menjadi sebuah postingan blog.

Lalu sekitar tahun 2016 atau 2017 aku lupa persisnya, komunitas blogger buku ini hiatus/vakum. Sementara bookstagram atau akun yang membahas buku melalui Instagram mulai marak bermunculan. Sumber informasiku beralih ke sana dan aku juga ikutan membuat akun seperti itu. (kunjungi instagram buku @kikioread)

Namun keasikan bermain Instagram dan juga beberapa hal di dunia nyata menuntut untuk diperhatikan, alhasil bukan hanya postingan bertema wishlist yang vakum. Secara general kedua blog yang kupunya juga ikutan hilang timbul.

Di sisi lain, setelah berkenalan dengan konsep minimalisme ataupun mindful living, ada rasa bersalah melihat timbunan buku di lemari yang belum dibaca. Rasanya waktu yang diluangkan untuk mencatat buku yang dimau lalu dibuatkan postingan khusus, bisa digunakan untuk membabat timbunan. Jadi rasa enggan dan jenuh mulai datang melengkapi alasan hiatusnya “daftar buku inceran”.

Mulai Lagi

Lalu mengapa postingan bertema wishlist ini muncul lagi di Bukulova?
Aku kangen membuat postingan semacam ini, hehe. Lagi pula memang ada beberapa buku yang menarik dan ingin kubaca.

Buku-buku tersebut ada yang kutemukan melalui postingan blog pembaca lainnya. Keinginan membaca buku terkait biasanya aku utarakan pada kolom komentar di postingan tersebut. Daripada terserak, meski agak terlambat, aku coba kumpulkan.

Bagaimana dengan rasa bersalah terhadap TBR itu?
Masih aku rasakan, bahkan saat mengetik tulisan ini. Sebagai jalan keluar, aku putuskan membuat postingan ini sekali setahun saja. Itu pun setelah dipilah-pilah dan itu juga kalau aku bisa menjadikan postingan wishlist sebagai rutinitas tahunan. Semua masih abu-abu alias belum pasti (eh, nulis abu-abu bikin teringat dengan novel Dawuk - Mahfud Ikhwan).

Lagi pula pada akhirnya ini masih berupa sebuah tulisan. Aku belum mencari dan membeli buku-buku yang masuk ke dalam daftar inceranku tersebut di toko buku langganan. Jadi secara tidak langsung, tulisan ini belum berdampak ke jumlah timbunan di lemari. :D

Daftar Buku Inceran (Wishlist)

Baiklah, aku lumayan banyak basa-basi, nih. Berikut daftar buku-buku yang penasaran ingin kubaca. :D

Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan - Francine Jay


Aku lumayan tertarik dengan konsep hidup berkesadaran dan juga seputar minimalisme. Sejauh ini aku baru baca dua buku yang terkait dengan konsep tersebut. Saat melihat buku ini di blog kak Ira (irabooklover.com) aku menjadi tertarik.

Secara garis besar, melalui buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan (dan buku sebelumnya Seni Hidup Minimalis) tampaknya Francine Jay mengajak pembaca untuk memahami hidup minimalis dan cara menjalankannya melalui sudut pandang yang ia punya.Membaca buku ini rasanya bisa menambah pengetahuan dan inspirasi mengenai konsep hidup demikian.

Atomic Habits - James Clear


Rasanya buku ini sudah sangat terkenal. Gaungnya sering terdengar di berbagai platform online. Dari beberapa ulasan yang kubaca, buku ini membantu seseorang untuk menumbuhkan kebiasaan kecil yang baik dan menghilangkan kebiasaan buruk demi hidup yang lebih berkualitas.

Buku ini boleh dibilang bersifat self-improvement. Beberapa tahun ini aku mulai tertarik membaca nonfiksi yang berkaitan dengan bidang tersebut. Ternyata membaca buku-buku seperti itu sedikit banyak bisa memberikan dorongan atau motivasi dan juga pencerahan untuk memperbaiki kualitas hidup. Membaca sekaligus belajar. Ambil dan aplikasikan hal-hal yang bermanfaat.

Sebab lumayan terkenal dan banyak dibahas di berbagai media, mungkin aku bisa saja memahami isi buku ini (paling tidak garis besarnya) secara langsung melalui media yang ada. Namun rasanya agak kurang lengkap jika belum menikmati dari sumbernya langsung. Jadi, ya, buku ini masuk ke dalam daftar buku yang ingin kubaca.

Miss Peregrine Series - Ransom Riggs


Yup, aku lumayan suka dengan buku-buku fiksi bermuatan fantasi. Sejak kemunculan buku pertama dari serial ini yaitu Miss Peregrine's Home for Peculiar Children, aku sudah ingin sekali punya satu untuk dibaca dan dikoleksi.

Waktu itu pernah juga sampai ikut Giveaway dimana salah satu hadiahnya adalah buku pertama dari serial ini. Alhamdulillah aku jadi salah satu pemenang. Hanya saja aku kurang gercep dengan pemenang lain dalam hal klaim hadiah. Haha. Melayang deh buku ini padahal sudah di depan mata. Belum rezeki kayaknya. :D

Aku intip di Goodreads, serial ini telah sampai enam buku. Kalau tidak salah telah diterjemahkan hingga buku ketiga. Haduh, ngomongin buku, pasti jadi kepengen punya. ~ingat tbr, ingat timbunan.

Magpie Murders - Anthony Horowitz


Sekilas dari judulnya buku ini bermuatan misteri. Aku pertama kali tahu tentang buku ini dari kak Anin (musikdanfantasi.com). Singkatnya kak Anin bilang kalau Magpie Murders terinspirasi dari kisah misteri milik Agatha Christie namun dengan latar waktu yang lebih modern.

Aku pun mulai kepo dan menelusuri Google perihal isi buku serta opini teman-teman pembaca lainnya mengenai buku ini. Sekilas yang kutangkap Magpie Murders merupakan “buku di dalam buku”. Ada dua kasus kriminal dan pembaca akan diajak untuk mengungkap pelakunya. Buku ini mendapatkan banyak komentar positif dan direkomendasikan untuk dibaca terutama jika menyukai karya-karya Agatha Christie.

Lebih lanjut, Magpie Murders sedikit mengingatkanku dengan The Book of Mirrors karya E.O. Chirovici, khususnya bagian Susan Ryeland, editor yang menerima naskah menarik namun tidak lengkap dari seorang penulis. Ketika disetujui untuk diterbitkan, si empunya naskah tewas. Hal ini menyebabkan sang editor berusaha menemukan naskah lengkapnya dan secara tidak langsung menguak misteri dibalik tewasnya si penulis. Entahlah, aku jadi teringat saja dengan buku tersebut, hehe.

Maybe You Should Talk To Someone - Lori Gottlieb


Buku ini pernah melintas beberapa kali saat aku berselancar di Instagram. Berlanjut dengan membaca ulasan singkatnya di sebuah blog. Buku ini mendapat respon positif dan tanpa pikir panjang, telah masuk ke dalam daftar buku inceranku.

Saat aku menulis postingan ini, ingatan tentang buku ini mulai samar. Yang tersisa kesan tertarik sekaligus penasaran dengan isi buku. Lalu yang kutahu ini buku nonfiksi yang beraromakan self-development. Akhirnya aku mencoba mencari tahu lebih jauh lagi.

Melalui blog Jar of Inspirations, aku membaca ulasan yang bagus tentang buku ini. Ternyata ini sebuah memoar. Berkisah tentang seorang psikoterapis yang terbiasa menangani klien namun suatu kali “tersesat” di dalam masalah yang ia miliki dan ia membutuhkan “curhat” dengan terapis lain.

Selain itu buku ini juga berbagi cerita tentang kehidupan dunia psikoterapis melalui permasalahan yang dialami oleh beberapa klien dari si penulis sendiri. Jadi makin penasaran. Oh ya buku ini ternyata sudah diterjemahkan juga ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Semua Orang Butuh Curhat.

Penutup

Yup, itulah lima buku yang masuk ke dalam daftar inceranku kali ini. Ada yang samaan? Meski demikian prioritasku saat ini tetap menghabiskan timbunan dulu. Mudah-mudahan nanti kalau sudah waktunya, buku-buku tersebut mau datang menghampiriku. #halah :D

Comments

  1. Mbaaaa kita ada samaaan hehehe
    For the first time aku pengen banget baca buku Non Fiksi hahaha aku merasa sejak pandemic ini kok rutinitas monoton tapi kadang gak produktif juga makanya aku penasaran sama Atomic Habit, apakah bisa bantu aku jadi menjalani kehidupan lebih tertata apa enggak nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak Tika. Banyak banget yang kasih review bagus ke Atomic Habit. Sepertinya emang bisa banget buat bantu menaikkan kualitas diri. Dan tentunya sehabis baca harus coba dipraktikan. Biar lebih terlihat pengaruhnya ke kehidupan kita.

      Omong-omong soal baca buku, nyatanya tahun ini lebih sedikit buku yang berhasil kubaca. Baik fiksi palagi nonfiksi, hehe. #malahcurhat.

      Delete
  2. Magpie murders sih yg aku tertarik untuk baca. Krn memang dari awal genre favoritku selalunya ttg thriller , misteri, yang begitu2 😊.

    Naaah akupun skr ini sedang stop beli buku dari tempat langganan, karena tumpukan yg belum aku baca ada 2 kardus besar mba 🤣. Cuma aku ga masalahin tumpukan nya, Krn toh di rumah aku ada ruangan khusus buat perpustakaan pribadi. Nanti setelah semua tumpukan selesai dibaca, ya aku bakal beli2 lagi buku fisik 😄.

    Miss peregrine's sbnernya sempet pengen beli pas ke Gramedia. Tapi kok masih ragu gitu. Blm ada sreg buat baca bukunya. Tau2 udh ada seri nya aja yaaa 😅. Aku pikir hanya 1 buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, kak Fanny banget yaa bacaan tema-tema mystery & thriller ini. Tipe bacaan yang bikin penasaran. Untuk Magpie Murders sendiri aku mau coba nunggu diterjemahkan. Ya, kalau ada yang mau menterjemahkan sih, hehe. Dan moga-moga saat buku ini ada, timbunan sudah banyak yang terbabat. :D

      Sejauh ini buku fisik masih favoritku juga sih kak. Kalau kak Fanny ada ruang perpus sendiri lebih enak ngatur & nyimpen buku fisik. Semoga entar aku bisa juga ngebuat satu ruang khusus buku kayak gitu. Haha.

      Sekarang beberapa buku fisik yang kupunya sedang aku jualin kak. Rencananya mau nyimpan yang bener-bener aku suka aja.

      Semangat babat tumpukan kaak!!! :D

      Desain sampul Miss Pregrine's bagus kak. Jadi daya tarik aku juga sih. Dan iya, serial ternyata. Oh ya yang buku pertamanya sudah pernah difilmkan juga.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] Le Petit Prince by Saint-Exupery – Perenungan sederhana tentang kehidupan

[Review] The Silmarillion by J.R.R Tolkien – Sebuah riwayat yang panjang

[Review] Goodbye, Things by Fumio Sasaki