Kamis, 25 Januari 2018

[Bukulova] Dari 2017 ke 2018

Instagram @kikioread

Selamat datang 2018. Di pergantian tahun ini, semangat baru kembali bersemi #hehe. Belum telat, kan, untuk sekedar kilas balik tahun 2017 lalu dan sekalian aku juga ingin cerita tentang rencana-rencana Bukulova, berhubung saat ini kita telah memasuki tahun yang baru. :D

2017 merupakan salah satu tahun yang berkesan untukku baik secara personal maupun dari sisi penikmat buku. Ada 37 buku yang kudapatkan di tahun tersebut, baik itu hasil beli sendiri maupun hadiah. Beberapa diantaranya merupakan wishlist yang menjadi kenyataan. Berikut daftar judul buku-buku yang datang di tahun 2017 yang dulunya merupakan wishlist:

#1 Le Petit Prince by Antoine de Saint Exupery
#2 The Monstrumologist by Rick Yance
#3 Love is … by Puuung
#4 An Abundance of Catherine by John Green

Selanjutnya, melalui Goodreads, dapat diketahui jika aku berhasil membaca 33 buku. Dan itu melampaui targetku yang hanya 25 buku #horee. Lumayan senang meski jika dibandingkan dengan teman-teman pembaca lainnya, jumlah itu belum seberapa. Setidaknya aku merasa lumayan mengingat tahun lalu target baca tidak terpenuhi.

Kemudian, diantara buku-buku yang telah kubaca tersebut, ada 32 yang telah kureview. Silakan klik link ini jika ingin membaca reviewnya. Sisa buku yang belum kureview, kemungkinan besar akan kucicil di tahun ini. Selain menulis review, aku juga telah memposting 19 artikel tentang dunia buku yang juga telah kuposting di blog ini. Semoga di tahun 2018 ini aku bisa lebih produktif.

Adapun buku-buku di tahun 2017 yang telah kubaca dan kuanggap kece serta sangat berkesan di hati terdiri dari beragam genre. Tampaknya aku tidak akan membuat postingan khusus mengenai buku-buku yang kuanggap juara tersebut. Daftarnya akan kugabung di postingan ini saja. Silakan dinikmati. :D

Unwind by Neal Shusterman – Buku bergenre YA dengan nuansa distopia ini mempunyai narasi yang enak dibaca dan alur cerita yang “enak” untuk diikuti. Memang terkesan sadis namun dapat membuat pembaca menjadi terpikat. Aku masih penasaran sama dua buku kelanjutannya.

Le Petit Prince by Antoine de Saint Exupery – Sepertinya sudah menjadi rahasia umum jika buku satu ini dapat menjadi kisah klasik yang bertahan lama di hati pembaca. Tebalnya hanya 100an halaman dan mengangkat anak kecil sebagai tokoh utamanya, namun kedalaman kisahnya dapat membuatku ikut merenung tentang hakikat kehidupan. #yaelahbahasanye #haha

The Magic Thief by Sarah Prineas – Haduh, ini, nih, kalau ketemu buku berseri dan gak punya lengkap tapi malah dibaca, aja, karena penasaran. Dan ternyata ceritanya oke. Jadilah aku penasarn sendiri. mengapa suka The Magic Thief? Genrenya fantasi berbau sihir. Tokoh utamanya anak-anak yang lihai mencopet. Alur dan narasi di dalamnya membuat nyaman membacanya. Selain itu, bukunya sendiri dikemas dengan menarik serta dilengkapi ilustrasi termasuk peta negeri antah berantah itu. Intinya aku merasa nyesek karena ketika aku telah melihat ketiga serinya di bagian obral namun hanya mengambil seri pertama. Setelah balik lagi ke sana, stoknya sudah habis. Hmm… #jadicurhat

Murder on the Orient Express by Agatha Christie – Bukan karena buku ini telah diangkat menjadi film, sebelum itu aku sudah suka. ini memang salah satu cerita Poirot yang banyak disukai pembaca, termasuk diriku. Kasus yang ditawarkan mempunyai TKP yang tidak biasa yaitu di dalam kereta. Nah, perilah si pembunuhnya dan yang dibunuh itu juga luar biasa. Maksudnya tidak seperti di kisah Poirot yang lain. Silakan baca atau tonton filmnya, ya. Meski mungkin ada beberapa perbedaan dengan kisah di bukunya.

The Monstrumologist by Rick Yancey – Ini salah satu kisah kelam dan ironis yang menarik untuk diikuti. Idenya tentang monstrumologist (ahli monter) dan latar tempat kisah tersebut berlangsung dapat membawa pembaca ke suasana yang mencekam namun bikin penasaran. Memang ada beberapa bagian yang tidak mudah dicerna, namun ikuti saja. Bikin deg deg serrr…

Neverwhere by Neil Gaiman – Aku menyukai buku yang Gaiman tulis. Tahun lalu berkesempatan membaca dua bukunya. Diantara kedua buku tersebut aku suka dengan Neverwhere. Jalinan kisahnya unik dan out of the box. Meski bisa menebak endingnya, namun kisah tersebut masih bisa kuingat dan berkesan hingga aku menuliskan postingan ini. Semoga ada lagi karya Gaiman yang bisa kubaca di tahun ini.

Dongeng Charles Dickens by Charles Dickens - Buku ini berkesan untukku tidak hanya dari segi packaging, namun juga dari segi ilustrasi dan kisah di dalamnya. Akhirnya aku bis amenikmati beberapa karya Dickens sekaligus (walau dalam versi singkat) dan berhasil membacanya hingga selesai. Buku ini salah satu seri terbitan BIP yang wajib dikoleksi.

Oke, masih bicara tentang buku, satu hal yang juga kerap kulakukan sejak beberapa tahun sebelumnya adalah ikutan Reading Challenge. Menurutku, mengikuti RC dapat membuat semangat membaca lebih terjaga. Ditambah lagi, aktivitas tersebut terasa menyenangkan untukku. Ya, asal jangan menjadi terlalu ngoyo tentunya. Nah, di tahun 2017 lalu aku mengikuti 4 RC antara lain Read &Review RC oleh BBI; Read & KeepChallenge 2017 di blog mba Alvina; MondayFlashfiction RC 2017; dan GoodreadsRC (hahaha, jika target baca Goodreads bisa dikategorikan sebagai RC). Untuk rekapannya silakan dilihat melalui link ini.

Terkait dengan resolusi, rencana, goals, atau apapun itu sebutannya, aku sudah menuliskan beberapa di dalam Bookish Journal-ku. Entahlah apakah akan bertambah atau apakah dapat terwujud semua. Sejauh ini aku optimis dan bersemangat. Yuk, intip instagramku, ya. Ada beberapa yang kuceritakan di situ. @kikioread. :D

Well, oke, aku sedikit bingung bagaimana mengakhiri cerita ini. Mungkin dengan ucapan terimakasih untuk teman-teman yang telah mampir ke blog ini, pada umumnya. Dan terimakasih untuk yang telah membaca hingga ke baris ini, pada khususnya. Bagi yang mempunyai akun Instagram, (sekali lagi) mari follow akunku: @kikioread (sudah ganti nama, nih). Haha, okelah, sebelum makin ngaco, kututup tulisan ini di sini. Selamat membaca buku dan menjalani tahun yang baru. Salam literasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar