Rabu, 08 Juli 2015

The Rossetti Letter – Sejarah dalam Kemasan Fiksi

"Pikiranku bukan milik siapa pun kecuali milikku sendiri." – Alessandra Rossetti

gambar diambil dari sini
 
Judul: The Rossetti Letter (Surat Rossetti)
Pengarang: Christi Phillips
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: November, 2010
Tebal buku: 528 halaman
ISBN: 978-979-22-6265-0

Aku sedikit bingung bagaimana mengawali review/resensi kali ini. Buku yang telah selesai kubaca tersebut cukup unik (dari segi cerita). Novel ini menggabungkan sejarah dengan fiksi. Pendeknya, dalam buku ini ada unsur sejarahnya. Ya, judulnya adalah The Rosetti Letter karangan Christi Phillips. Selain menawarkan sisi sejarah, buku setebal 528 halaman ini juga kaya akan "pemandangan" kota Venesia.

Cerita berpusat kepada dua tokoh utama yang sama-sama perempuan namun hidup di masa yang berbeda. Satu di masa kini dan satunya di masa lalu. Kedua tokoh ini, menurutku, dieksekusi dengan baik sekali. Tidak terjadi tumpang tindih walaupun alur yang digunakan adalah alur maju-mundur. Kedua tokoh ini pun mempunyai karakter yang kuat dan sangat menyenangkan sekali membaca buku ini.

Baiklah, tokoh pertama adalah Claire Donovan. Dia adalah seorang mahasiswi S2 yang sedang berusaha menyelesaikan disertasinya. Claire melakukan penelitian mengenai Konspirasi Spanyol di Venesia pada sekitar tahun 1600an. Nah, yang jadi masalah, ada pula Andrew Kent, seorang penulis buku serta pakar sejarah dari Universitas terkemuka di dunia. Andrew juga membahas tentang Konspirasi Spanyol. Hal tersebut mampu menghancurkan disertasi yang telah Claire kerjakan selama dua tahun.

Andrew bukan lawan sembarangan. Dia akan memberikan ceramah di sebuah konferensi tahunan di Venesia. Claire sendiri pun butuh untuk pergi ke Venesia. Selain untuk menyelesaikan disertasinya, dia juga ingin membujuk Andrew agar menunda menerbitkan bukunya, setidaknya sampai Claire menyelesaikan dan menerbitkan disertasinya. Masalah pun semakin rumit saat mereka berdua mempunyai hipotesa yang berbeda mengenai peran Rosetti saat Konspirasi Spanyol.

Claire sama sekali tidak punya cukup uang untuk ke Venesia. Namun, tanpa disangka, dia mendapat tawaran untuk ke Venesia selama satu minggu bahkan gratis. Akan tetapi ada satu syarat yang harus dia penuhi yaitu mendampingi seorang anak 15 tahun berlibur di sana.

Di lain pihak, tokoh utama lainnya adalah Alessandra Rosetti. Seorang Cortigiana Ornesta yang berarti "pelacur terhormat" di Venesia masa lampau. Awalnya Alessandra adalah wanita baik-baik. Namun dia mengalami kesulitan semenjak Ayah dan kakak laki-lakinya hilang dilaut. Karena tuntutan ekonomi dan bujuk rayu La Celestia, pelacur paling terkenal dan tercantik seantero Venesia kala itu, dia pun memutuskan untuk menjadi Cortigana Ornesta. Meski begitu, Alessandra adalah wanita yang, selain cantik, dia juga cerdas, menginginkan kebebasan, dan berpendirian kuat.

Alessandra mendapat julukan La Sirena. Dari sini lah dia berkenalan dengan Marquis Bedmar, duta besar Spanyol yang mempunyai niat jahat terhadap Venesia. Alessandra telah menulis surat pengaduan rahasia mengenai Konspirasi Spanyol dan membocorkan siapa saja penghianat dan tentara bayaran yang menyebar di Venesia.

Asli, alur cerita di novel ini menakjubkan. Penulis tidak berhenti memberikan kejutan. Mungkin sinopsis cerita yang kutuliskan diatas terkesan simple. Namun, plot-nya sangat berkembang dan twist dimana-mana. Alurnya sudah berasa seperti kembang api. Meriah, romantis, eksotis, penuh intrik (tidak hanya sejarah namun juga politik), dan lainnya.

Aku pun merasa salut dengan penulisnya. Aku yakin, walaupun ini kisah fiksi, Christi pasti telah melakukan riset demi novel ini. Selain riset berkenaan sejarah Venesia atau Konspirasi Spanyol di abad ke-16, Christi juga mampu mendeskripsikan Venesia dengan detail. Seolah, eh, atau mungkin dia sendiri telah berkunjung ke sana. Deskripsinya benar-benar hidup. Aroma Venesia masa lalu pun diceritakan dengan baik dan tidak ragu-ragu. Aku sangat terkesan. Buku ini ditulis dengan penuh dedikasi.

Butuh waktu sekitar 4 hari untuk menamatkan novel ini. Namun aku menikmati dan terkesan dengan ceritanya. Jadi ingin berkunjung ke Venesia juga, nih, hehe. Design cover dan komposisi warna di buku ini juga menarik. Kertas yang digunakan pun mendukungku untuk betah melahap buku ini. Kertasnya kuning terang dan huruf serta spasi yang digunakan juga pas. Mungkin yang jadi masalahku adalah menghafal nama tokoh dan ada banyak istilah dalam bahasa Italia yang belum familiar di telingaku. Untunglah di halaman depan ada daftar tokoh-tokoh sejarah atau Venesia masa lampau. Daftar tersebut cukup membantuku.

Sepertinya memang tidak rugi membeli buku ini. Aku pun jadi tertarik membaca buku yang terkait dengan sejarah. Jika penyajiannya menarik, sejarah tidak lagi jadi sesuatu yang membosankan seputar tanggal dan perang. Sejarah mempunyai cakupan yang luas termasuk dalam hal memahami kondisi/psikologi manusia pada masa yang telah berlalu. Selain itu aku cukup penasaran juga dengan buku karangan Christi Phillips lainnya walaupun belum tahu yang mana, hehe. Oh ya, sebelum menutup review ini, aku juga telah menuliskan beberapa quotes yang berasal dari novel ini. Silakan klik di sini, ya. Oke, sampai ketemu di review selanjutnya, insha Allah.

Rating: The Best

2 komentar:

  1. hy terima kasih untuk bantuan reviewnya, mungkin saya akan mengambil sedikit kata-kata anda mengenai review buku ini. saya telah menamatkan buku ini 4 bulan lalu, dan baru akan mereview sekarang. beberapa hal yang saya lupakan telah anda ingatkan kembali. saya yakin anda sangat menyesalkan nasib akhir kekasih La Sirena. saya tertarik untuk berteman dengan anda. silakan menghubungi saya di Instagram. febisuciramadhanilahajji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai terimakasih sudah mampir kemarin dan senang sekali bisa membantu. Salam kenal Febi.

      Hapus