Rabu, 08 Juli 2015

[Quote] The Rossetti Letter by Christi Phillips

gambar diambil dari sini

The Rossetti Letter adalah salah satu buku yang membuatku terkesan. Selain karena perpaduan unik antara fiksi dan sejarah, buku ini juga ditulis dengan penuh dedikasi, disertai riset serta mempunyai alur yang menarik.

Tidak banyak quotes yang menarik (versi-ku) meski novel ini setebal 528 halaman. Haha, boleh jadi juga karena aku terlalu menikmati ceritanya. Namun, uhm, sepertinya memang buku-buku klasik lah yang memiliki banyak quotes.

Baiklah, fellas. Tidak perlu berlama-lama. Berikut lima belas quotes yang berhasil kuhimpun. May you enjoy them as well. :):)

"Aku setuju bahwa itu bukan awal yang menguntungkan, tetapi aku yakin lain kali kau akan lebih baik."
"Aku tidak mau berbuat lebih buruk." (hal. 26)

"Ayah dan kakakku mati dalam perjalanan itu," katanya. "Uang seberapa pun tidak akan bisa menggantikan kehilangan itu." (hal. 45)

"... Bukan mengabaikan masa depan, tetapi aku justru merencanakannya." (hal. 71)

"... Begitu kau terbiasa dengan kebebasan, tidak mungkin kau menyerahkannya. Dan percayalah kepadaku, tidak ada kebebasan dalam kemiskinan." (hal. 72)

"Perempuan cantik istimewa bukan dilahirkan, tetapi dibentuk. Tidak ada perempuan di dunia yang tidak mendapat manfaat dari sedikit polesan atau sikap yang lebih terpuji." (hal. 81)

"Ibuku tidak percaya kepada hal-hal yang terjadi secara kebetulan. ..." (hal. 84)

Ini contoh bagus mengapa dia lebih suka sendirian, pikir Claire; emosi orang lain bisa sangat mengganggu. (hal. 103)

"Kau akan pakai topeng apa?"
"Sama sekali tidak memakai topeng. Topeng hanya dipakai ketika Karnaval dan hari festival lainnya." (hal. 172)

"Apakah itu pujian, atau hinaan? Kata-katamu, seperti pedangmu, bisa mengiris dua arah. Dalam upayamu yang canggung untuk memenangkan hati perempuan, kau mungkin saja menyakiti dirimu sendiri." (hal. 172)

"Pikiranku bukan milik siapa pun kecuali milikku sendiri." (hal. 176)

Tetapi Bedmar sudah sering mendapati bahwa usia muda dan kekuatan bukan tandingan bagi pengalaman dan kecerdikan. (hal. 183)

Beginilah semuanya dimulai, bukan? pkirnya. Pertama, kau tertarik, lalu kau membiarkan dirimu menyukai seseorang, kau menceritakan semua rahasiamu kepadanya, dia menceritakan rahasianya, kau mulai mempercayainya, dan sebelum kau sadar, kau sudah jatuh cinta, dan semoga Tuhan menolongmu! (hal. 347)

"Mungkin setiap orang harus memikirkan itu bagi dirinya masing-masing. Tetapi sekarang ini aku bilang itu untuk... menjalani kehidupan. Bertemu lebih banyak orang. Percaya bahwa akan ada orang lain, karena... karena pasti ada orang lain." (hal. 363)

Dia tidak butuh pisau, dia bisa membunuhku dengan kata-katanya. (hal. 438)

Belum lama ini, hidup Alessandra telah berakhir -- dan dia mendapati bahwa hidup yang sudah berakhir, masih bisa berlanjut, dan masih bisa sangat mengejutkan dan tidak bisa diramal, dengan kapasitas untuk menemukan mukjizat, kebahagiaan, dan cinta. Dia menemukan bahwa hati yang pernah patah bisa disembuhkan. (hal. 523)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar