Senin, 16 September 2019

[Bukulova] Hallo, Apa Kabar?


Mungkin ada setahun tidak posting apapun di blog ini. Beberapa aktivitas di bookstagram-ku juga seperti itu, minim postingan. Sebenarnya bukan hanya di blog atau akun instagram yang berhubungan dengan buku saja, di beberapa akun sosial mediaku yang lainnya juga seperti itu. Bahkan aktivitas membacaku juga terganggu (mengalami masa reading slump).

Tidak ada niat atau sengaja vakum, apalagi sengaja untuk reading slump (hahaha). Kebetulan di akhir 2018, awal 2019, hingga pertengahan tahun ini adaaaa saja kesibukan yang lumayan menyita pikiran dan tenaga. Mulai dari rentetan acara keluarga yang sambung-menyambung (alhamdulillah punya keluarga besar), berlanjut dengan tinggal dan adaptasi di kota yang baru beserta momen puasa dan lebaran. Ya, seperti itulah.

Meski jauh dari sosial media setahun belakangan ini, syukurlah aku tidak merasa FOMO (Fear of Missing Out). Hanya saja ketika saat ini datang, saat aku merasa lapang, rasa kangen berbagi cerita melalui blog kembali mencuat. Kerinduan menghirup aroma kertas lalu membaca setiap lembaran dari benda bernama buku kembali menyeruak. Dan tentu saja aku berencana berbagi melalui sosial media juga.

Dan aku memulainya melalui tulisan ini. Jadi, apa kabar semuanya? :D

Kamis, 20 September 2018

[Review] Si Badung jadi Pengawas by Enid Blyton – Lebih “kaya” daripada dua buku sebelumnya


"Kita takkan bisa mengerti perubahan yang bisa terjadi pada pribadi seseorang.” – Elizabeth



Judul asli: The Naughtiest Girl is a Monitor
Judul terjemahan: Si Badung jadi Pengawas
Seri: The Naughtiest Girl #3
Pengarang: Enid Blyton
Ahli bahasa: Djokolelono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan kedelapan - Juni, 2017
Tebal buku: 256 halaman
Format: Paperback
ISBN: 9789792280326

Ada dua seri yang ingin kubaca hingga selesai di tahun ini. Dan aku sudah cukup sering agaknya bercerita tentang hal ini. Seri pertama adalah Hannibal Lecter series karangan Thomas Harris. Ada dua dari empat buku lagi yang belum kuselesaikan. Seri berikutnya adalah The Naughtiest Girl atau yang diterjemahkan sebagai seri Si Badung karangan Enid Blyton. Ada empat buku juga yang sudah diterjemahkan dan hingga review ini ditulis, aku telah menyelesaikan tiga diantaranya. Aku ingin menamatkan membaca kedua seri tersebut hanya karena aku sudah mempunyai semua buku di dalam serinya. Semoga target ini berhasil, sesuai dengan apa yang kuharapkan. Baik itu selesai membacanya juga selesai mereviewnya.

Seri si Badung sendiri terdiri dari beberapa buku, dan yang sudah diterjemahkan oleh Gramedia (setahuku) sebanyak empat buku. Di buku pertama, kisahnya lebih dominan tentang Elizabeth yang baru masuk ke sekolah asrama Whyteleafe. Ini tentang bagaimana Elizabeth menolak keras dan berusaha untuk keluar dari sekolah tersebut dengan berperilaku badung. Lanjut, ke buku kedua, Elizabeth yang berubah pikiran semakin betah bersekolah di Whyteleafe. Hanya saja di buku kedua ini dia diuji dengan kedatangan dua orang murid baru. Apakah Elizabeth kembali menjadi badung kemudian dikeluarkan? Hasilnya, Elizabeth semakin menjadi pribadi yang lebih baik sehingga di akhir buku, dia dipercaya menjadi salah satu Pengawas.

[Review] Rencana Besar by Tsugaeda – Menilik kasus perbankan dan tenaga kerja

“Anda tampak percaya diri sekali dengan kegiatan Anda di Serikat Pekerja. Anda seperti punya rencana yang besar.” – Makarim kepada Rifad


Judul: Rencana Besar
Pengarang: Tsugaeda
Penyunting: Pratiwi Utami
Perancang sampul: Upiet
Pemeriksa aksara: Yusnida & Dewi Surani
Penata aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang
Terbit: Cetakan pertama - Agustus, 2013
Tebal buku: 378 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-7888-65-4

Novel ini sudah lumayan lama berada di tumpukan buku-buku yang belum kubaca. Hingga di awal bulan Agustus lalu aku memutuskan untuk mulai menikmatinya. Secara fisik, Rencana Besar memiliki desain kaver yang cantik. Pilihan warna di kavernya juga menarik. Jumlah halamannya tidak sampai lima ratus halaman atau dengan kata lain tidak termasuk buku bantal. Secara konten, banyak yang memberikan rating dan review yang positif tentang buku ini di situs Goodreads. Apalagi novel ini merupakan karangan dari penulis lokal, asli Indonesia punya. Hal-hal tersebut membuatku memutuskan untuk mengoleksi dan akhirnya selesai juga membacanya.

Rencana Besar karangan Tsugaeda bercerita melalui sudut pandang orang ketiga dimana Makarim Ghanim—menjadi tokoh utamanya. Di novel ini, ia diminta oleh teman lamanya Agung untuk menyelidiki lenyapnya uang 17 miliar rupiah dari pembukuan Universal Bank of Indonesia (UBI). Agung sendiri adalah salah seorang Dewan Direksi di bank tersebut. Hilangnya uang tersebut berkaitan dengan tiga pegawai muda UBI yang masing-masing memiliki keahlian, jabatan serta prestasi kerja yang tidak main-main. Mereka bertiga ditempatkan di UBI cabang Surabaya. Dan ke sanalah Makarim menyelidiki dan berkenalan dengan mereka.

Sabtu, 11 Agustus 2018

(Book Haul & Wrap Up) March – July 2018

instagram @kikioread

Yap! Terakhir posting tentang book haul & wrap up di Bukulova ini di awal Maret lalu. Dan tadaa… baru di pertengahan menuju akhir Agustus baru bisa kembali nulis dan update ini blog. #hiks

Sepertinya tidak perlu kujelaskan “mengapa” karena yang namanya alasan itu memang selalu ada, hehe. Hanya saja, asli, kangen alias rindu dengan dunia ini: baca dan nulis. Pun apalagi dengan hal itu: kangen menghabiskan waktu bersama buku, dan tersesat ke dalam alur cerita yang dibawanya serta kangen “mengurus” bookstagram yang bernama @kikioread. Lalu apa kabar, ya, target baca yang jauh di awal tahun dipasang itu? Semoga bisa terlaksana dengan sukses. #yosh #ganbatte

Okelah, terlepas dari curhatan di dua paragraf di atas, sebenarnya inti postingan ini berupa Book Haul dan Wrap Up. Selama Maret hingga Juli lalu, aktivitas membaca dan membeli buku tidak terlalu signifikan. Oleh karenanya bisa digabung dalam satu postingan saja. Mau tahu apa saja buku-buku yang berdatangan dan yang beres kubaca di lima bulan terakhir ini? Yuk, ah, langsung scroll down.