Review Novel 4.50 From Paddington karya Agatha Christie

"Oh, Jane! Aku baru saja melihat pembunuhan!" - Elspeth McGillicudy


Judul asli: 4.50 from Paddington
Judul terjemahan: Kereta 4.50 dari Paddington
Seri: Miss Marple #7
Pengarang: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan ketujuh, Januari, 2014
Tebal buku: 344 halaman
Format: Paperback
Genre: Classic; Mystery; Crime
ISBN: 978-979-22-3130-4

Setelah dua tahun tidak menikmati karya dari Agatha Christie, membaca 4.50 From Paddington terasa sangat menyenangkan. Cara beliau bercerita ternyata membuat rindu. Jalinan kisah misteri yang diangkat lumayan seru dan mengundang rasa penasaran.

Ada enam novel Agatha Christie di timbunan. Rencananya ingin kutuntaskan semua di tahun ini. Aku pun mengambil secara acak 4.50 From Paddington sebab bingung juga kalau mau pilih-pilih dengan seksama judul lainnya. Yang ada habis waktu terus bisa-bisa batal baca lagi, deh. :D

Omong-omong, novel ini dimulai dengan keriuhan dan keramaian stasiun kereta api menjelang natal. Sore itu, Mrs. McGillicuddy yang cukup realistis (sehabis berbelanja perlengkapan natal) menyaksikan sesuatu yang tidak pernah diduganya. Yup, sebuah pembunuhan.

Saat kereta 4.50 From Paddington yang ditumpanginya berjalan sejajar dengan sebuah kereta api lain, tampak seorang pria yang membelakangi jendela sedang mencekik seorang wanita. Mrs. McGillicuddy yang menyaksikan adegan tersebut dari jendela tempat duduknya menjadi gusar.

Ia pun segera melapor kepada kondektur dan kepala stasiun saat kereta yang ditumpanginya berhenti sejenak. Tampak laporannya tidak cukup meyakinkan pihak berwajib, ia pun segera mampir ke rumah Miss Marple dan meminta bantuannya.

Apakah adegan pembunuhan tersebut nyata ataukah hanya khayalan Mrs. McGillicuddy yang sedang kelelahan? Akankah Miss Marple menanggapi dengan serius cerita sahabatnya tersebut sementara tidak ada barang bukti maupun mayat yang ditemukan?

"Mrs. McGillicuddy memandang kawannya tanpa mengerti, dan Miss Marple pun semakin yakin bahwa sahabatnya itu memang wanita berprinsip teguh dan tak suka mengada-ada. - hlm.29"

Sejauh yang kutahu, Agatha Christie memang tidak hanya menciptakan tokoh Hercule Poirot saja. Ada "detektif" lainnya sebagai tokoh utama yang berperan memecahkan jalinan misteri dan tindak kriminal yang terjadi. Salah satunya tokoh Miss Marple (seperti dalan 4.50 From Paddington ini) dan ada pula pasangan Tommy & Tuppence. Imbang juga ya ternyata antara detektif laki-laki dan perempuan, hehe.

Jujur awalnya aku tidak paham dengan judul novel ini. Memang ilustrasi sampul menggambarkan kereta api namun apa yang dimaksud dengan angka 4.50. Aneh sekali jika menamakan kereta dengan angka demikian. Di benakku kereta api memiliki nama sendiri ataupun kalau menggunakan angka tidak dengan kombinasi seperti itu.

Setelah membaca novel ini aku jadi paham. Rupanya angka tersebut menunjukkan jam atau waktu kereta dari Paddington berangkat. Tampaknya disana mereka menandai kereta bukan dengan nama melainkan sesuai jadwal keberangkatannya. Meskipun masih cukup unik juga sih sebab kereta tersebut tidak berangkat tepat jam 5, misalnya. Rasanya akan lebih mudah diingat daripada 4.50. Haha, entahlah.

Ya, membaca fiksi terkadang memberikan pengalaman dan pengetahuan tersendiri. Ada banyak hal menarik dalam sebuah kisah fiksi (terutama dari fiksi yang berkualitas) dan bisa diambil manfaat. Ini mirip dengan membaca non fiksi. Jadi rasanya salah jika membaca fiksi hanya sesuatu yang bersifat hiburan semata. Jika memilih fiksi berkualitas maka kualitas juga yang akan kita dapatkan.

Secara keseluruhan aku menikmati karya Agatha Christie yang ini. Seperti biasa, tokohnya ada banyak. Nama-nama mereka agak susah untuk dieja ataupun dilafalkan. Namun setiap tokoh di dalam novel ini, meski banyak, memiliki karakteristik yang berbeda dan tidak lemah.

Selain itu, alur yang ditawarkan menarik, mengundang rasa penasaran. Tidak begitu rumit pula. Daripada mencari pelaku, novel ini lebih mengejutkan karena membuatku penasaran dengan misteri siapa korbannya. Sebuah sudut pandang yang agak berbeda dari novel bergenre misteri ataupun kriminal pada umumnya.

Kesimpulannya, menikmati deretan karya Agatha Christie telah menjadi seperti candu. Lama tak dibaca bisa membuat rindu. Aku cocok dengan caranya bercerita maupun dengan cerita yang disajikan. Pantas saja karya beliau tetap diterbitkan dalam banyak bahasa hingga saat ini. 4.50 from Paddington salah satunya. Bravo!

Rating: 4/5 (really liked it)
Kutipan menarik dari novel ini:

Orang yang telah terbukti benar, jelas bukan orang yang mentalnya tak waras. - hlm.93

Sungguh menyakitkan jika tidak dipercayai orang. - hlm.141

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Le Petit Prince by Saint-Exupery – Perenungan sederhana tentang kehidupan

[Review] Maybe Someday by Colleen Hoover – Musik dan pilihan hati

[Review] The Silmarillion by J.R.R Tolkien – Sebuah riwayat yang panjang