Author List: Penulis yang Baru Pertama Kali Kubaca Karyanya
Book and Me - Ultah BBI - Hello…sebentar lagi BBI bakal ultah yang
keenam Dan untuk tahun ini divisi event mengadakan acara yang menarik yaitu BBI Marathon dan Lomba Resensi. Untuk yang lomba resensi deadline-nya masih panjang hingga akhir April nanti. Sementara yang
marathon ini maksudnya melakukan posting selama periode 10-15 April
2017. Tema-tema untuk postingan tersebut sudah ditentukan.
![]() |
Credit Anastasia C |
Aku berusaha untuk ikut BBI Marathon ini
(dan juga lomba resensinya). Tema-temanya menarik. Mudah-mudahan bisa terpenuhi
semuanya. Tahun lalu manajemen waktuku buruk dan belum bisa maksimal merayakan
HUT BBI-nya. So, let’s try this year.
Yaiy!
Author List
Untuk postingan pertama aku memilih tema "genre/author baru yang dibaca selama April 2016 hingga April 2017". Jujur, aku
jarang membaca karya author baru.
Rata-rata buku yang kubaca selama periode itu terbitan beberapa tahun lalu dan
boleh jadi buku tersebut bukan karya debut mereka. So, aku mengintepretasikan tema ini sebagai author yang karyanya baru kubaca pertama kali. Jadi, melalui buku
tersebutlah aku berkenalan dengan author
tersebut meskipun mereka telah banyak menulis/menerbitkan buku sebelumnya.
Dan sepanjang periode di atas, ada 11
penulis yang karyanya baru pertama kali kucicipi. Mau berkenalan dengan mereka
juga? Yuk mari… :D
Rina Suryakusuma
Lullaby
merupakan buku karangan Rina Suryakusuma yang pertama kali kubaca. Buku ini
bisa dikatakan bergenre romance (termasuk
dalam label Amore Gramedia) dan kisahnya cukup menarik, tidak membuat meh. Meskipun ada beberapa hal yang
memang terasa begitu fiksi seperti nama-nama tokoh ataupun sosok yang terlalu
sempurna. Aku masih ingin membaca karya Rina yang lainnya seperti Gravity,
Falling, dll. Terlebih lagi kebanyakan kaver bukunya manis, unyu gitu, deh. Jadi
pengen dikoleksi. :D
P.L. Travers
Awalnya kukira P.L. Travers adalah
seorang pria, haha. Aku hanya menebak dari namanya tanpa tahu P dan L itu
singkatan dari apa. Lalu ketika membaca karyanya yaitu Mary Poppins, di halaman
yang berisi informasi penulis, ada foto P. L. Travers di sana. Dan tadaa..yes, she is a woman.
MaryPoppins yang kubaca ini merupakan seri pertama dan merupakan terbitan Qanita. Aku kurang suka cover-nya, namun kisah fantasi dan klasik ini menarik. Suatu kali aku pernah belanja buku diskonan dan menemukan seri kelanjutan Mary Poppins ini. Dan sampulnya jauh lebih menarik, lebih manis (menurutku). Mungkin nanti segera kuangkat dari TBR dan kubaca.
Patrick Ness
Woohoo,
cover A Monster Calls terbitan
Gramedia yang bernuansa suram dan gaungnya yang difilmkan pada tahun 2016 lalu
menarikku untuk membaca dan mengoleksinya. Beruntung sekali melalui event YARC
2016, aku mendapatkan buku ini.
Patrick Ness menulis A Monster Calls berdasarkan ide cerita dari Siobhan Dowd meskipun ia sendiri tidak pernah bertemu secara personal dengan Siobhan Dowd. Menurut Patrick Ness, sepanjang proses menulis A Monster Calls, ia hanya menggunakan satu kriteria yaitu menulis buku yang menurutnya akan disukai oleh Siobhan. Meskipun begitu, aku masih ingin membaca karya Patrick lainnya seperti The Rest of Us Just Live Here yang juga sudah diterjemahkan oleh Gramedia. Jadi kepengen juga membaca karya Siobhan Dowd.
Enid Blyton
Nama Enid Blyton telah kudengar semenjak
kecil dulu (sekitar tahun 90an, gitu, hehe). Dan entah mengapa diingatanku nama
Enid terkait dengan serial Lima Sekawannya. Aku merasa senang sekali karena
akhirnya bisa mencicipi karya Enid Blyton. Meskipun melalui serialnya yang lain
(The Naughtiest Girl). Sepertinya
Enid banyak menulis buku yang aman dibaca oleh anak-anak. Banyak nasihat baik
yang bisa diambil dari bukunya yang sudah kubaca itu (Sekali Lagi si Paling Badung). Dan sama seperti P. L. Travers, aku
awalnya mengira Enid itu pria, haha.
Neal Shusterman
Sepertinya sekitar 3 tahun ke belakang,
ramai sekali buku-buku yang bertemakan Young-Adult bercampur Dystopia. Salah satunya
kubaca adalan Unwind karangan Neal Shusterman. Dan aku menyukai Unwind serta
ingin sekali tahu kelanjutan kisahnya (yes, ini buku berseri). Berdasarkan
informasi penulis di halaman terakhir Unwind, bisa diketahui jika Neal
Shusterman memang menulis banyak novel kategori Young-Adult. Diantara karyanya
(selain Unwind) adalah The Skinjacker Trilogy, dan Downsider, yang dinominasikan untuk 12
penghargaan nasional. Selain menulis buku, Neal juga menulis naskah untuk film
layar lebar dan acara televisi. Haha, bagian nyeleneh-nya, aku sering salah
mengeja/menuliskan nama Neal menjadi Neil.
Rudyard Kipling
Mungkin banyak yang mengenal nama
Rudyard Kipling melalui karyanya The Jungle Book. Karyanya tersebut juga sudah
diadaptasi dalam bentuk film. Memang karya yang menarik dan cukup fenomenal
kurasa. Aku belum membaca The Jungle Book namun film adaptasinya sudah kutonton
dan aku menyukai kisahnya si Mowgli itu. Kumpulan dari karya klasik Rudyard yang pertama
kali kubaca berjudul Just So Stories. Sebagian besar isinya berupa fable dan
memang semacam dongeng pengantar tidur. Di dalam Just So Stories ada 12 kisah
di dalamnya. Ada yang kusuka dan ada yang kusuka.
Holly Peterson
Aku sulit mengingat nama Holly Peterson.
Mungkin karena aku kurang menyukai The Manny, yang merupakan buku karangan
Holly yang pertama kali kubaca. Aku hanya bisa mengingat judul bukunya saja
yaitu The Manny. Ada beberapa hal yang membuatku kurang menyukai The Manny dan
silakan intip review-nya saja, ya, jika ingin tahu lebih jelas mengapa, haha.
Yup, ide kisah The Manny menarik hanya mungkin eksekusinya yang kurang oke.
Antoine de Saint-Exupery
Woah, namanya panjang sekali dan
terdengar klasik serta bangsawan. Yap, Antoine de Saint-Exupery merupakan
pengarang kisah klasik yang berjudul Le Petit Prince. Bukunya yang kubaca tersebut
merupakan terbitan Gramedia dan diterjemahkan dari bahasa Prancis. Selain
menulis, Antoine sangat menyukai terbang. Yup, dia juga seorang pilot. Dan aku
tidak bosan untuk mengatakan kalau Le Petit Prince merupakan karyanya yang
mengagumkan. Silakan dicoba dan aku berencana mencoba membaca karangan Antoine
lainnya.
Indah Hanaco
Kebanyakan buku yang kubaca merupakan
terjemahan. Dari awal list ini dibuat, hanya nama Rina Suryakusuma yang
merupakan penulis lokal. But, yea, tahun ini aku sudah membaca karya penulis lokal
lainnya yaitu Indah Hanaco. Ada banyak sekali buku yang telah ditulis oleh
Indah. Bahkan kalau tidak salah, tahun lalu ada Reading Challenge (RC) karya-karya
Indah Hanaco. Les Masques adalah bukunya yang pertama kali kubaca. Aku tertarik
dengan desain kavernya dan awalnya kukira itu buku terjemahan. Untuk review-nya masih menyusul, haha.
Sarah Prineas
Salah satu penulis yang tahun ini
kukenal adalah Sarah Prineas melalui karyanya berjudul The Magic Thief. Ini
adalah seri pertama dari tiga seri lainnya. Buku ini bergenre fantasy dengan
kisah yang mengandung sihir. Aku suka nama belakang Sarah. Namanya saja sudah
berbau sihir (menurutku). Aku terkesan dengan The Magic Thief dan berharap
banget bisa menyelesaikan membaca seri ini dan juga bisa mengenal karya
lainnya.
Helen Dunmore
Masih fresh diingatanku tentang Ingo. Suatu
tempat atau lautan yang dihuni oleh kaum Mer alias Mermaid. Kisah fantasy ini
ada empat seri dan horee..keempatnya sudah selesai kubaca. Kisah ini diangkat
berdasarkan mitologi putri duyung di daerah Cornwall, Inggris. Ya, Helen memang
berasal dari Inggris, tepatnya Yorkshire. Tetralogi Ingo membuatku suka dan
tempat pelarian yang menyenangkan dari dunia nyata.
Penutup
Oke, itulah kesebelas penulis yang
karyanya baru kubaca pertama kali selama periode April 2016 hingga April 2017.
Aku memang tidak membatasi diri dengan hanya membaca satu genre saja. Meskipun kebanyakan
genre yang kubaca itu fantasi. Dan aku tidak masalah membaca buku dengan
beragam pengarang yang berbeda bahkan yang baru kutahu atau bukan dari penulis
populer. Jika bisa kutambahkan saat ini aku sedang berkenalan dengan Jane
Austen melalui karya klasiknya yang berjudul Emma.
Sebenarnya ingin membaca banyak karya
penulis lokal. Dan memang masih sedikit buku-buku yang telah kubaca terlebih
buku-buku karya anak bangsa. Mudah-mudahan nanti seiring berjalan waktu bisa kupenuhi
niatan diri ini, #halah. Bagaimana denganmu? Selamat memeriahkan ultah BBI.
Selamat membaca buku. :D
rina lumayan bagus tuh. amore kan dia ya.
ReplyDeletesalam kenal rizki..
dhila
buku.dibaca.in
Iya Amore. Baru Lullaby yang selesai kubaca, hehe. Salam kenal juga Dhila.
ReplyDeleteWah..aku juga baca dulu Ingo. Tapi kayaknya terlalu anak - anak ceritanya buatku, jadi aku ga lanjut lagi :))
ReplyDeleteYang lain juga banyak penulis anak yak.
Haha iya, Ingo aman untuk anak2. Aku enjoy sama ceritanya Mba.
DeleteEh iya, setelah dilihat2 banyak buku anak. Gak tahu ding kemnapa, haha.
Terimakasih sudah mampir Mba Ren. :)