Senin, 10 April 2017

[Author List] Penulis yang Baru Pertama Kali Kubaca Karyanya

Hello…sebentar lagi BBI bakal ultah yang keenam Dan untuk tahun ini divisi event mengadakan acara yang menarik yaitu BBI Marathon dan Lomba Resensi. Untuk yang lomba resensi deadline-nya masih panjang hingga akhir April nanti. Sementara yang marathon ini maksudnya melakukan posting selama periode 10-15 April 2017. Tema-tema untuk postingan tersebut sudah ditentukan. 

Credit Anastasia C

Aku berusaha untuk ikut BBI Marathon ini (dan juga lomba resensinya). Tema-temanya menarik. Mudah-mudahan bisa terpenuhi semuanya. Tahun lalu manajemen waktuku buruk dan belum bisa maksimal merayakan HUT BBI-nya. So, let’s try this year. Yaiy!

Untuk postingan pertama aku memilih tema genre/author baru yang dibaca selama April 2016 hingga April 2017. Jujur, aku jarang membaca karya author baru. Rata-rata buku yang kubaca selama periode itu terbitan beberapa tahun lalu dan boleh jadi buku tersebut bukan karya debut mereka. So, aku mengintepretasikan tema ini sebagai author yang karyanya baru kubaca pertama kali. Jadi, melalui buku tersebutlah aku berkenalan dengan author tersebut meskipun mereka telah banyak menulis/menerbitkan buku sebelumnya.

Dan sepanjang periode di atas, ada 11 penulis yang karyanya baru pertama kali kucicipi. Mau berkenalan dengan mereka juga? Yuk mari… :D

Rina Suryakusuma
Lullaby merupakan buku karangan Rina Suryakusuma yang pertama kali kubaca. Buku ini bisa dikatakan bergenre romance (termasuk dalam label Amore Gramedia) dan kisahnya cukup menarik, tidak membuat meh. Meskipun ada beberapa hal yang memang terasa begitu fiksi seperti nama-nama tokoh ataupun sosok yang terlalu sempurna. Aku masih ingin membaca karya Rina yang lainnya seperti Gravity, Falling, dll. Terlebih lagi kebanyakan kaver bukunya manis, unyu gitu, deh. Jadi pengen dikoleksi. :D

P.L. Travers
Awalnya kukira P.L. Travers adalah seorang pria, haha. Aku hanya menebak dari namanya tanpa tahu P dan L itu singkatan dari apa. Lalu ketika membaca karyanya yaitu Mary Poppins, di halaman yang berisi informasi penulis, ada foto P. L. Travers di sana. Dan tadaa..yes, she is a woman.

MaryPoppins yang kubaca ini merupakan seri pertama dan merupakan terbitan Qanita. Aku kurang menyukai cover-nya, namun kisah fantasy dan classic ini menarik. Suatu kali aku pernah belanja buku diskonan dan menemukan seri kelanjutan Mary Poppins ini. Dan Kaver-nya jauh lebih menarik, lebih manis (menurutku). Mungkin nanti segera kuangkat dari TBR dan kubaca.

Patrick Ness
Woohoo, kaver A Monster Calls terbitan Gramedia yang bernuansa suram dan gaungnya yang difilmkan pada tahun 2016 lalu menarikku untuk membaca dan mengoleksinya. Beruntung sekali melalui event YARC 2016, aku berkesempatan mendapatkan buku ini.

Patrick Ness menulis A Monster Calls berdasarkan ide cerita dari Siobhan Dowd meskipun ia sendiri tidak pernah bertemu secara personal dengan Siobhan Dowd. Menurut Patrick Ness, sepanjang proses menulis A Monster Calls, ia hanya menggunakan satu kriteria yaitu menulis buku yang menurutnya akan disukai oleh Siobhan. Meskipun begitu, aku masih ingin membaca karya Patrick lainnya seperti The Rest of Us Just Live Here yang juga sudah diterjemahkan oleh Gramedia. Plus, jadi kepengen juga membaca karya Siobhan Dowd.

Enid Blyton
Nama Enid Blyton telah kudengar semenjak kecil dulu (sekitar tahun 90an, gitu, hehe). Dan entah mengapa diingatanku nama Enid terkait dengan serial Lima Sekawannya. Aku merasa senang sekali karena akhirnya bisa mencicipi karya Enid Blyton. Meskipun melalui serialnya yang lain (The Naughtiest Girl). Sepertinya Enid banyak menulis buku yang aman dibaca oleh anak-anak. Banyak nasihat baik yang bisa diambil dari bukunya yang sudah kubaca itu (Sekali Lagi si Paling Badung). Dan sama seperti P. L. Travers, aku awalnya mengira Enid itu pria, haha.

Neal Shusterman
Sepertinya sekitar 3 tahun ke belakang, ramai sekali buku-buku yang bertemakan Young-Adult bercampur Dystopia. Salah satunya kubaca adalan Unwind karangan Neal Shusterman. Dan aku menyukai Unwind serta ingin sekali tahu kelanjutan kisahnya (yes, ini buku berseri). Berdasarkan informasi penulis di halaman terakhir Unwind, bisa diketahui jika Neal Shusterman memang menulis banyak novel kategori Young-Adult. Diantara karyanya (selain Unwind) adalah The Skinjacker Trilogy, dan Downsider, yang dinominasikan untuk 12 penghargaan nasional. Selain menulis buku, Neal juga menulis naskah untuk film layar lebar dan acara televisi. Haha, bagian nyeleneh-nya, aku sering salah mengeja/menuliskan nama Neal menjadi Neil.
  
Rudyard Kipling
Mungkin banyak yang mengenal nama Rudyard Kipling melalui karyanya The Jungle Book. Karyanya tersebut juga sudah diadaptasi dalam bentuk film. Memang karya yang menarik dan cukup fenomenal kurasa. Aku belum membaca The Jungle Book namun film adaptasinya sudah kutonton dan aku menyukai kisahnya si Mowgli itu. Karya klasik dari Rudyard yang pertama kali kubaca berjudul Just So Stories. Sebagian besar isinya berupa fable dan memang semacam dongeng pengantar tidur. Di dalam Just So Stories ada 12 kisah di dalamnya. Ada yang kusuka dan ada yang kusuka.

Holly Peterson
Aku sulit mengingat nama Holly Peterson. Mungkin karena aku kurang menyukai The Manny, yang merupakan buku karangan Holly yang pertama kali kubaca. Aku hanya bisa mengingat judul bukunya saja yaitu The Manny. Ada beberapa hal yang membuatku kurang menyukai The Manny dan silakan intip review-nya saja, ya, jika ingin tahu lebih jelas mengapa, haha. Yup, ide kisah The Manny menarik hanya mungkin eksekusinya yang kurang oke.

Antoine de Saint-Exupery
Woah, namanya panjang sekali dan terdengar klasik serta bangsawan. Yap, Antoine de Saint-Exupery merupakan pengarang kisah klasik yang berjudul Le Petit Prince. Bukunya yang kubaca tersebut merupakan terbitan Gramedia dan diterjemahkan dari bahasa Prancis. Selain menulis, Antoine sangat menyukai terbang. Yup, dia juga seorang pilot. Dan aku tidak bosan untuk mengatakan kalau Le Petit Prince merupakan karyanya yang mengagumkan. Silakan dicoba dan aku berencana mencoba membaca karangan Antoine lainnya.

Indah Hanaco
Kebanyakan buku yang kubaca merupakan terjemahan. Dari awal list ini dibuat, hanya nama Rina Suryakusuma yang merupakan penulis lokal. But, yea, tahun ini aku sudah membaca karya penulis lokal lainnya yaitu Indah Hanaco. Ada banyak sekali buku yang telah ditulis oleh Indah. Bahkan kalau tidak salah, tahun lalu ada Reading Challenge (RC) karya-karya Indah Hanaco. Les Masques adalah bukunya yang pertama kali kubaca. Aku tertarik dengan desain kavernya dan awalnya kukira itu buku terjemahan. Untuk review-nya masih menyusul, haha.

Sarah Prineas
Salah satu penulis yang tahun ini kukenal adalah Sarah Prineas melalui karyanya berjudul The Magic Thief. Ini adalah seri pertama dari tiga seri lainnya. Buku ini bergenre fantasy dengan kisah yang mengandung sihir. Aku suka nama belakang Sarah. Namanya saja sudah berbau sihir (menurutku). Aku terkesan dengan The Magic Thief dan berharap banget bisa menyelesaikan membaca seri ini dan juga bisa mengenal karya lainnya.

Helen Dunmore
Masih fresh diingatanku tentang Ingo. Suatu tempat atau lautan yang dihuni oleh kaum Mer alias Mermaid. Kisah fantasy ini ada empat seri dan horee..keempatnya sudah selesai kubaca. Kisah ini diangkat berdasarkan mitologi putri duyung di daerah Cornwall, Inggris. Ya, Helen memang berasal dari Inggris, tepatnya Yorkshire. Tetralogi Ingo membuatku suka dan tempat pelarian yang menyenangkan dari dunia nyata.

Oke, itulah kesebelas penulis yang karyanya baru kubaca pertama kali selama periode April 2016 hingga April 2017. Aku memang tidak membatasi diri dengan hanya membaca satu genre saja. Meskipun kebanyakan genre yang kubaca itu fantasy. Dan aku tidak masalah membaca buku dengan beragam pengarang yang berbeda bahkan yang baru kutahu atau bukan dari penulis populer. Jika bisa kutambahkan saat ini aku sedang berkenalan dengan Jane Austen melalui karya klasiknya yang berjudul Emma.

Sebenarnya ingin membaca banyak karya penulis lokal. Dan memang masih sedikit buku-buku yang telah kubaca terlebih buku-buku karya anak bangsa. Mudah-mudahan nanti seiring berjalan waktu bisa kupenuhi niatan diri ini, #halah. Bagaimana denganmu? Selamat memeriahkan ultah BBI. Selamat membaca buku. :D  

3 komentar:

  1. rina lumayan bagus tuh. amore kan dia ya.
    salam kenal rizki..

    dhila
    buku.dibaca.in

    BalasHapus
  2. Iya Amore. Baru Lullaby yang selesai kubaca, hehe. Salam kenal juga Dhila.

    BalasHapus
  3. Wah..aku juga baca dulu Ingo. Tapi kayaknya terlalu anak - anak ceritanya buatku, jadi aku ga lanjut lagi :))

    Yang lain juga banyak penulis anak yak.

    BalasHapus