Senin, 01 Juni 2015

[Quote] Stardust by Neil Gaiman

Dua hari yang lalu kuselesai membaca kisah Tristran Thorn yang mencari Bintang Jatuh di negeri seberang Desa Tembok. Petualangannya menarik dan banyak hal ajaib yang dia alami. Dongeng untuk orang dewasa ini kuperoleh (lagi-lagi) saat mengunjungi Bazaar buku di Gramedia Book Store di kotaku, haha.

Nuansanya klasik dan memang mengingatkanku dengan novel-novel klasik walauun faktanya buku ini pertama kali terbit di tahun 1999. Mungkin Neil Gaiman penyuka novel klasik. Namun novel ini sudah pernah difilmkan, lho. Filmnya sendiri menggunakan judul yang sama “stardust” dan rilis tahun blabla dan mendapat peringkat blabla di IMdB. Ada yang sudah pernah baca atau nonton? Anyway, here are some quotes I got from the book. Enjoy! :D

gambar diambil dari sini

Dan, terlalu lugu untuk merasa takut, terlalu muda untuk merasa gentar, Tristran menyebrangi padang yang kita kenal…dan memasuki Negeri Peri. (hal. 61)

“setiap kekasih adalah orang gila dalam hatinya dan penyanyi dalam benaknya.” (Tristran – hal. 86)

“Minuman itu nikmat pada saat-saat sulit, dan sekarang ini jelas saat sulit.” (Katai berbulu – hal. 92)

Meskipun pakaian tidak membentuk manusia (seperti kata peribahasa), dan bulu bagus tidak menjadikan burung bagus, terkadang pakaian bisa juga menjadi bumbu. (hal. 104)

“Lebih baik aku memanggil orang yang tidak ada, daripada orang yang memang ada tak tahu kita ada di sini karena aku tidak berkata apa-apa.” (Tristran – hal. 182)

“Kadang-kadang bintang jatuh. Tapi tidak kembali lagi ke atas.” (Yvaine – hal. 182)

Tristran lega, bisa kembali berpijak pada sesuatu yang menempel pada tanah, namun juga, dengan cara yang tidak bisa diungkapkannya dalam kata, dia merasa kecewa, seolah-olah, saat kakinya menyentuh bumi lagi, dia kehilangan sesuatu yang snagat bagus. (hal. 188)

Matahari bersinar di mata mereka, setengah membutakan dan mengubah dunia menjadi emas cair. (hal. 210)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar