[Book & Me] Dua Pembatas “Keberuntungan”

sumber unsplash

Nicholas Sparks merupakan salah satu penulis novel romantis yang telah dikenal luas. Bahkan beberapa judul novelnya telah diadaptasi menjadi film. Sebut saja seperti The Notebook, The Longest Ride, dan Nights in Rodanthe. Termasuk pula novelnya yang baru aku tuntaskan beberapa bulan yang lalu yaitu The Lucky One (diterjemahkan sebagai Keberuntungan). Dalam bentuk film, aku memang belum pernah menontonnya. Namun jika pembaca blog ini penasaran dengan novelnya tersebut, silakan baca review/ulasannya dengan klik link berikut.


Jujur, aku belum terkesan dengan kisah romantis antara Logan dan Elizabeth tersebut. Ya, masing-masing orang memiliki selera yang berbeda. Namun, di luar perihal kisah itu, ada satu kenangan mengenai novel ini yang mengejutkan serta menyenangkan bahkan lumayan mendebarkan. Ini terjadi saat aku baru pertama kali membuka segel buku tersebut. Baiklah, aku akan kilas balik sedikit.

Berpergian ke luar kota, aku selalu ingin bisa mampir ke toko buku di kota tersebut. Baik toko buku yang sudah skala nasional maupun toko buku lokalnya. Ketika akhirnya pindah ke kota ini kurang lebih setahun yang lalu, sudah pasti toko buku masuk ke dalam urutan atas tempat yang ingin didatangi. Akhirnya di sini lah aku bertemu dengan novel karangan Nicholas Sparks tersebut dan memutuskan untuk membawanya pulang.

Di rumah, novel tersebut tidak langsung dibaca, haha. Tidak perlu diceritakan alasannya. Intinya buku tersebut berdiam di rak. Hingga suatu kali (kalau tidak salah—ingatanku tentang hal ini juga sudah samar-samar) aku sedang rajin memotret beberapa buku sekaligus untuk stok foto instagramku, @kikioread. Saat itu aku memutuskan untuk sekalian memotret The Lucky One. Maka keluarlah dia dari rak dan aku buka segelnya.

Nah, setelah membuka segel, aku membolak-balik halaman di dalamnya. Lalu, terkejut lah aku. The Lucky One yang kubeli ini ternyata memiliki dua pembatas buku di dalamnya. Keduanya sama persis dan semuanya bagus; tidak ada sobekan, tidak ada tinta print yang gagal atau semacamnya. Dan ini, bagiku, menyenangkan…#yaiy


Iya, kadang sereceh itu, memang. Aku tidak tahu bagaimana pembaca buku lainnya. Namun selain buku itu sendiri, memiliki atau mendapatkan aneka perintilan seputar buku membuat bahagia. Mendapatkan satu pembatas buku saja sebenarnya sudah menyenangkan. Mendapatkan dua sekaligus, hmm jadi mendebarkan #hehe. Sesuai, donk dengan judul novelnya. Lucky/Keberuntungan.

Kegiatan memotretku saat itu berhenti sejenak sebab aku jadi bertanya-tanya, apakah aku memang sedang beruntung? Aku telah mengambil satu diantara The Lucky One lainnya yang ternyata disertai dua pembatas sekaligus. Ya, bisa saja. Tetapi melalui postingan ini, aku juga ingin bertanya. Apakah pembaca lain yang juga mempunyai novel ini mengalami hal serupa? Haha, boleh jadi, kan, ternyata memang begitu prosedur penerbitannya.

Terlepas dari itu semua, mendapatkan sekaligus dua pembatas saat membuka buku baru adalah suatu kejutan yang menarik dan membahagiakan. Sesuatu tampaknya menjadi sebuah kejutan disaat tidak ada yang mengharapkan kedatangannya. Entah itu sesuatu yang baik ataupun yang buruk. Dan aku telah mendapatkan sebuah kejutan di hari itu. Syukurlah ternyata sebuah kejutan yang baik. Mungkin itulah definisi dari Keberuntungan, hehe. Alhamdulillah.

Comments

  1. haloooo...

    enaknya punya 2 pembatas buku. mau dong satu. hahaha.
    saya kalau misalnya punya buku tanpa pembatas, bisa digantikan struk/nota belanja. atau kertas apapun yang bisa jadi pembatas. hahaha.

    salam kenal dari saya yang suka membaca & review buku ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha ini kak, tangkap! :D
      Salam kenal kak. Hobi kita sama. Dan sama juga. Kadang kalau mulai baca, suka taruh bookmark nyelip2, entah gimana nyampe ke bawah bantal. Kelar baca terus terburu-buru, bakal pake apa aja buat jd pembatas. :D

      Delete
  2. Hihihi sama seperti aku. Aku juga pasti akan ngerasa senang kalau dapat pembatas buku-nya 2. Sayangnya selama ini belum pernah 😂 so, lucky you, kak!
    Kayaknya simple banget cara kita untuk bahagia ya kak, bahkan dengan menemukan buku yang kita beli dapat bonus ganda berupa pembatas buku aja, hati rasanya senang sekali 😝
    Bagus dong ya jadi manusia yang mudah bahagia wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya. Ternyata bahagia se-simple itu. Dan syukurlah masih bisa bahagia karna hal2 simple, hehe. Mudah2an ketularan yaa dapet bonus2 kae gitu. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] The Silmarillion by J.R.R Tolkien – Sebuah riwayat yang panjang

[Review] Emma by Jane Austen – Drama percintaan klasik

[Review] The Dark Blood by Ashara – Kisah Makhluk Penghisap Darah, namun bukan Vampire