Senin, 12 Februari 2018

The DestinASEAN by Ariev Rahman dkk – Menikmati pengalaman traveling di sepuluh negara ASEAN secara personal

Traveling is a mysterious way. Traveling itu penuh kejutan. – Adis Takdos


Judul: The DestinASEAN
Pengarang: Ariev Rahman dkk
Penyunting: Ade Kumalasari
Perancang sampul: Yellow-P
Pemeriksa aksara: Fitriana, Titish A.K., & Septi Ws.
Penata aksara: Adfina Fahd
Penerbit: B first (PT Bentang Pustaka)
Terbit: Cetakan pertama - Juli, 2013
Tebal buku: 246 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-8864-79-4

Jika teman-teman ada yang begitu memperhatikan Bukulova #hehe mungkin akan ngeh kalau di sini kebanyakan review buku fiksi. Sementara buku nonfiksi yang pernah direview baru ada satu (iya, satu). Itupun sebenarnya merupakan review tugas sewaktu SMA dulu yang kusalin ulang. Sudah, tidak perlu dihitung berapa tahun lalunya. Haha, entahlah. Mungkin karena buku-buku fiksi lebih menggoda menurutku dan agak sulit menemukan buku nonfiksi yang cocok dengan seleraku.

Buku The DestinASEAN ini adalah salah satu hadiah dari Giveaway (GA) yang kuikuti di blog Resensi Buku Blog. Dari judulnya bisa ditebak jika buku ini berbau travelling. Ada banyak kisah yang diceritakan ketika para penulisnya menjelajah di 10 negara ASEAN. Yup, buku ini ditulis keroyokan dan merupakan salah satu nonfiksi. Hooray…akhirnya review nonfiksiku bertambah jadi dua. #haha

Secara ringkas, ada 11 penulis yang mengisahkan pengalaman mereka mengunjungi negara-negara ASEAN tersebut (termasuk Indonesia). Kisah mereka dikelompokkan menjadi empat tema/topik utama yang kemudian menjadi judul dari setiap bab di dalam buku ini. Adapun judul-judul bab tersebut antara lain:
People-Culture (Mengenal Manusia, Menyelami Budaya),
City (Menghirup Atmosfer Kota),
History (Menguak Sejarah, Belajar dari Kekalahan),
Nature (Menyapa Alam).

Kisah pertama ditulis oleh kak Puty yang bercerita tentang pengalamannya ke Singapore. Bukan kali pertama ia ke sana. Saat itu ia bermaksud menonton konser salah satu band luar negeri yang akan manggung. Misi tambahannya, PDKT kali, ya, karena kecengan kak Puty juga berencana mau nonton juga, hehe. Dalam perjalanannya yang kesekian kali ke Singapore itu ia seperti menemukan sesuatu yang berbeda dari negara tersebut, tidak seperti Singapore biasanya. Mungkin kalimat terakhir, penutup kisahnya tersebut dapat menjadi kesimpulan dari apa yang kak Puty rasakan saat itu.

Sementara kisah yang paling berkesan untukku ada beberapa. Pertama aku suka cerita yang ditulis oleh kak Roy Saputra yang berjudul Menemukan Rumah di Makati. Itu cerita perjalanannya ke Filippina. Lalu cerita Adis Takdos baik saat dia berkunjung ke Angkor Wat maupun ke Sumatera. Dan cerita dari Ariev Rahman tentang kedatangannya ke Vietnam juga berkesan untukku. Bukan lantas aku ingat setiap detil dari perjalanan mereka, namun lebih karena gaya ceritanya yang asik dan bikin ngakak. Kata-kata yang dipilih meluncur bebas dan kocak. Kalau tidak, kisahnya mengandung pesan moral yang oke dan dikemas secara ringan. Duh, malah jadi susah mengungkapkannya. Silakan baca langsung, ya. :D

Sebenarnya ada banyak lagi kisah lainnya yang menarik dan ingin kuceritakan di sini. Tapi takutnya spoiler atau review ini jadi malah penuh dengan ringkasan kisah perjalanan mereka. Satu hal yang belum kulupa adalah sensasi pertama membaca buku ini. Saat baru membaca dua halaman The DestinASEAN waktu itu, aku harus menghentikannya karena ada hal lain yang harus dikerjakan. Dan aku berhenti dengan tidak rela karena ceritanya sudah membuatku ketagihan.

Seperti yang kubilang sebelumnya, Indonesia juga masuk menjadi negara yang diceritakan dalam buku ini. Tepatnya di daerah Maluku. Pemandangan bawah laut Morotai dan kehidupan penduduk desa Jailolo yang menjadi topiknya. Penulisnya sendiri adalah kak Marischka Prudence yang hobi diving. Oh, ya, di sekitar halaman terakhir buku, ada identitas para penulisnya. Masing-masing dari mereka mempunya situs atau blog sehingga bisa dikepoin jika mau membaca kisah mereka lainnya.

The DestinASEAN juga dilengkapi dengan beberapa gambar/foto yang disisipkan di sela-sela cerita. Dan sepertinya hanya kak Puty yang menyisipkan hasil sketsanya alih-alih foto untuk melengkapi cerita. Sayangnya foto dan sketsa di buku ini dicetak dalam warna hitam putih. Seandainya saja berwarna pasti bisa lebih seru menikmati kota atau objek apapun yang ditampilkan. Visualisasi untuk cerita traveling mereka pun akan terasa lebih seru. 

Secara keseluruhan aku menyukai buku ini. Cerita perjalanan di dalamnya tidak melulu tentang budget atau mengatur berkunjung ke sini lebih oke daripada ke sini. Isi buku ini tidak kaku dan lebih bersifat personal sehingga terasa seperti cerita dari teman sendiri yang baru pulang dari suatu perjalanan. Tema-tema cerita yang diangkat juga menarik. Belum lagi cara masing-masing penulisnya bercerita. Ada yang membuat tertawa sendiri ketika membacanya dan ada juga yang ikut menjadi sedih karena terlalu perih mengetahui fakta sejarah yang dikuak. Dan agak berpikir double ketika membaca salah satu tulisan yang full dalam bahasa Inggris, haha. Intinya The DestinASEAN dapat menjadi salah satu alternatif untuk menikmati cerita bertema travelling sekaligus menambah pengetahuan khususnya di negara-negara ASEAN. Apalagi jika memang ingin berpergian ke negara tersebt dalam waktu dekat misalnya. Bikin pengen liburan dan jalan-jalan, deh.

Rating: Better (2/3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar