Quotes from "A Tree Grows in Brooklyn" by Betty Smith
Selain
tebal, A Tree Grows in Brooklyn karangan Betty Smith, juga kaya akan nasihat
baik yang berwujud quote(s) manis. Membaca buku ini, aku merasa mengenal dengan
baik sosok Francie –si Lakon utama-. Cara Smith menulis buku ini seperti
bertutur, seorang Nenek yang bercerita pada cucunya. Nah, baiklah, mari kita
simak beberapa quotes menarik yang telah kupilih sendiri, sih, haha. Enjoy them!
![]() |
sumber |
"Itulah yang kusebut mempelajari
kebenaran. Adalah baik mempelajari kebenaran itu sendiri. Pertama percaya
dengan sepenuh hati, lalu tidak percaya, itu juga baik. Emosi menjadi kaya dan
lentur. Ketika sebagai wanita, kehidupan dan orang-orang lain mengecewakannya,
dia sudah banyak belajar tentang kekecewaan sehingga hal itu takkan terlalu
sulit. Dalam mengajari anakmu, jangan lupa bahwa penderitaan juga baik.
Penderitaan memperkaya karakter seseorang." (hal. 123)
"Anak itu harus percaya pada surga.
.... Surga yang berarti tempat indah yang diimpikan banyak orang - tempat semua
keinginan menjadi nyata. ...." (hal. 123)
Johnny bertanya-tanya kriteria apa yang
digunakan orang saat mereka memberikan label "baik" dan
"buruk" pada orang lain. (hal. 127)
Ya, Sissy mendengarkan semua masalah orang
lain tapi tak ada yang mendengarkan masalahnya. Tapi tidak apa-apa, karena
Sissy selalu memberi dan tidak pernah meminta. (hal. 143)
Francie meringis karena rasanya perih
menyengat, tapi Johnny bilang rasa menyengat berarti lukanya mulai sembuh. (hal.
203)
Mereka tidak belajar belas kasih apa-apa
dari derita yang mereka alami. Jadi penderitaan mereka sia-sia. (hal. 218)
Tapi ia sudah terbiasa kesepian. Ia
terbiasa berjalan sendirian dan dianggap "berbeda". Ia tidak terlalu
menderita. (hal. 219)
Harus ada genangan air yang gelap dan
berlumpur supaya matahari memiliki latar untuk membiaskan kilau megahnya. (hal.
223)
"Ingat ini: Seseorang pasti kalah,
entah kau atau lawanmu. Kalau kau bisa mendapat pelajaran dengan kehilangan
satu strip kupon, itu harga yang sedikit untuk pelajaran ini." (hal. 247)
Ia memiliki konsep yang sama tentang
pendidikan dengan Mary Rommely, ibu Katie. Ia ingin mengajarkan segala sesuatu
yang ia ketahui supaya saat anak-anaknya berumur empat belas atau lima belas,
mereka akan mengetahui banyak hal yang diketahui Jhonny pada umur tiga puluh.
(hal. 257)
"Kebohongan adalah sesuatu yang kau
utarakan karena kau jahat atau pengecut. Cerita adalah sesuatu yang kau karang
berdasarkan sesuatu yang mungkin terjadi." (hal. 266)
"Lain kali, setiap kali ada kejadian
tertentu, ceritakanlah sesuai kenyataannya, tapi tulis untuk dirimu sendiri apa
yang seharusnya terjadi menurut keinginanmu. Utarakan yang sebenarnya dan
tulislah cerita. Jadi semuanya tidak campur aduk di benakmu." (hal. 267)
Francie tidak mengerti kenapa si bintang
wanita tidak menikah dengan tokoh jahat. Itu akan menyelesaikan masalah sewa
dan tentunya pria yang sangat mencintaimu, sampai-sampai rela repot-repot
melakukan banyak hal hanya karena wanita itu tidak mau menerimanya, bukan tipe
pria yang patut diabaikan. Setidaknya, pria itu ada sementara si pahlawan pergi
mengejar sesuatu yang tak pasti. (hal. 296-297)
Ia takut karena mengira hatinya patah...dan
darah dari hatinya merembes keluar dari tubuhnya. (hal. 318)
18 Sep. aku bertanya kepada Mama, apakah
aku boleh potong rambut di Castle Clip dan Mama
bilang tidak, rambut adalah mahkota kecantikan wanita. Apakah itu
berarti Mama berharap aku segera jadi wanita? Kuharap begitu, karena aku ingin
jadi bos diri sendiri dan potong rambut sesukaku. (hal. 332)
“Well, ada sedikit sisi pria dalam setiap
wanita dan sedikit sisi wanita dalam setiap pria.” (hal. 336)
Sekarang Francie merasa semua air matanya
membeku menjadi gumpalan keras dalam kerongkongannya dan gumpalan itu makin
besar… makin besar. Francie merasa kalau gumpalan itu tidak segera meleleh dan
kembali berubah menjadi air mata, ia juga akan mati. (hal. 395)
Kamar sendiri! impian yang jadi kenyataan;
dua impian yang jadi kenyataan, celana panjang dan kamar…. Lalu sorot matanya
berubah sedih saat menyadari apa yang menyebabkannya mendapatkan hal-hal baik
ini. (hal. 398)
“Uang tidak bisa membeli segalanya.” (hal.
420)
“Saat seorang wanita melahirkan,” kata
Mary, “maut memegang tangannya sebentar. Kadang maut tidak mau melepaskannya.
Beritahu putri bungsuku bahwa aku ingin bertemu dengannya sekali lagi sebelum
ia melahirkan.” (hal. 420)
Tidak butuh waktu lama untuk menuliskan
sesuatu yang sama sekali tidak kaupahami. Saat menuliskan hal-hal yang nyata,
barulah kau butuh waktu lama, karena kau harus menjalaninya dulu. (hal. 435)
“Mama tidak menyayangiku sebesar rasa
sayangnya terhadap Neeley. Tapi dia membutuhkanku lebih daripada dia
membutuhkan Neeley, dan kurasa dibutuhkan nyaris sama baiknya dengan disayangi.
Mungkin bahkan lebih baik.” (hal. 443)
“Kadang kupikir lebih baik mengalami
penderitaan getir dan berjuang dan menjerit, dan bahkan merasakan kesakitan
luar biasa, daripada tetap… aman.” ia menunggu sampai jeritan berikutnya sirna.
“Setidaknya dia sadar dia hidup.” (hal. 455)
“Kau bekerja delapan jam sehari membungkus
kawat, untuk dapat uang guna membeli makanan dan membayar sewa tempat tinggal,
supaya kau bisa terus hidup dan kembali membungkus lebih banyak kawat.” (hal.
482)
“Orang-orang selalu mengira kebahagiaan
terlalu jauh,” pikir Francie, “sesuatu yang rumit dan sulit dicapai. Padahal
ada banyak hal kecil yang bisa mewujudkannya; tempat berteduh saat hujan –
secangkir kopi hitam panas saat hatimu lara; bagi seorang pria, rokok untuk
kepuasan; buku untuk dibaca saat kau sendirian – sekadar berada dengan
seseorang yang kaucintai. Hal-hal itulah yang mewujudkan kebahagiaan.” (hal.
604)
Selalu lihat segala sesuatu seakan kau
sedang melihatnya untuk pertama atau terakhir kali: Maka waktumu di bumi akan
dipenuhi kemuliaan.” (hal. 627)
Comments
Post a Comment