Review Novel Goosebumps: Rambut Setan karya R.L. Stine
“Read. Read. Read. Just don't read one type of book. Read different
books by various authors so that you develop different style.” (R.L. Stine)
![]() |
gambar diambil dari sini |
Seri: Goosebumps #26
Pengarang: R
L Stine
Penerbit: Gramedia
Pustaka Utama
Tahun
terbit: Cetakan Ke-4, April 1996
Tebal buku:
127 halaman
ISBN: 979-655-037-7
Misteri dan
horror pada kisah fiksi bukanlah hal yang baru. Peminatnya pun sangat banyak, hampir di setiap
kalangan masyarakat. Tentu saja karena horror dan misteri selalu mengundang
rasa penasaran dan keingintahuan seseorang tentang objek yang disuguhkan. Seiring
dengan perkembangan zaman, ada banyak sekali terbit buku-buku, novel, bahkan
film-film yang menyajikan kisah-kisah misteri dan horror. Hal tersebut membuktikan bahwa
banyak sekali yang menyukai karya-karya yang bertemakan demikian.
Goosebumps karangan R.L. Stine adalah salah satu novel horror terjemahan yang laris di pasaran dan telah
beredar dalam berbagai seri. Salah satunya yang kubaca berjudul Goosebumps: Rambut Setan.
Novel ini
berkisah tentang kehidupan lima orang anak yang masih berusia 12-13 tahun.
Mereka adalah Jared, Kristina, Larry, Lily, dan Manny. Mereka tinggal di sebuah
kota dan bersekolah di tempat yang sama. Mereka juga membentuk sebuah band
musik yang diberi nama The Geeks.
Sekolah mereka
mengadakan kontes Battle of the Bands. Rencananya mereka akan mengikuti
kontes tersebut yang tinggal dua minggu lagi. Tentu saja
mereka tidak mengetahui apa yang akan terjadi dengan diri mereka dalam waktu
dua minggu tersebut.
Suatu hari
sehabis latihan musik mereka bermain salju di pekarangan rumah Lily. Sementara
yang lainnya asyik membuat bola-bola salju, Larry lebih tertarik dengan
kumpulan barang bekas di rumah tetangga Lily. Setelah mengaduk-aduk barang
bekas tersebut, Lary menemukan sebuah botol krim yang masih penuh bermerk
Instan Tan. Krim tersebut dapat membuat kulit mereka berubah kecokelatan dalam
beberapa menit. Akhirnya Lary dan teman-temannya segera mengoleskan krim
tersebut ke muka, tengkuk, lengan hingga punggung tangan mereka.
Sebenarnya
Lary menyadari bahwa krim tersebut sudah kadaluwarsa, namun atas dorongan
teman-teman yang lainnya, Jared, Kristina, Manny, dan Lily, akhirnya ia mau
menggunakan krim tersebut meski pada akhirnya kulit mereka sama sekali tidak berubah
menjadi kecokelatan.
Beberapa hari kemudian terjadilah hal-hal yang mengerikan menimpa Larry.
Tiba-tiba saja tumbuh rambut-rambut kasar di tangan dan mukanya. Larry sudah
berusaha untuk mencukur rambut-rambut liar tersebut. Namun tetap saja
rambut-rambut liar tersebut tumbuh semakin lama semakin banyak tak terkendali.
Lary mengira bahwa hal ini terjadi gara-gara dia menggunakan krim Instan Tan
yang sudah kadaluwarsa itu.
Pada
akhirnya ia menyadari bahwa Lily dan Manny juga mengalami hal serupa. Namun
mengapa hal tersebut tidak terjadi pada diri Jared dan Kristina?
Masalah tidak hanya sampai di situ saja. Menjelang kontes Battle of the Bands,
tiba-tiba saja Manny menghilang lalu disusul dengan lenyapnya Lily. Mereka
menghilang tanpa jejak dan yang lebih anehnya orangtua mereka berdua
berpura-pura tidak menyadari hal tersebut. Bahkan mereka mengatakan kepada Lary
bahwa mereka tidak pernah punya anak yang bernama Manny ataupun Lily. Lalu
misteri apa yang mendalangi peristiwa-peristiwa mengerikan yang dialami Larry?
Di kota
tempat tinggal Larry dan teman-temannya itu ada seorang dokter/ilmuwan yang gila melakukan percobaan/eksperimen. Dokter tersebut bernama Dr. Murkin. Seluruh kota merupakan semacam
laboratorium uji coba, bahkan hampir semua penduduk di kota tersebut bekerja
untuk Dr. Murkin, termasuk orangtua Larry, Manny, dan Lily.
Beberapa
tahun yang lalu Dr. Murkin menemukan semacam serum yang dapat mengubah anjing
menjadi anak manusia bahkan berpikir dan bertindak seperti manusia. Namun
setelah beberapa tahun kemudian, serumnya tidak berfungsi lagi dan anak-anak
tersebut kembali menjadi anjing. Apakah hal tersebut yang menimpa Larry, Manny,
dan Lily?
Yang pasti
novel ini menyuguhkan kisah misteri yang sangat menarik. Alur ceritanya pun
tersampaikan dengan jelas dan mudah untuk dipahami. Walaupun ide ceritanya
kurang masuk akal, tetapi penulis dapat menyuguhkannya dengan sangat baik,
penuh dengan adegan horror yang mengerikan. Tentu saja kita bakal ikut
ber-Goosebumps ria alias merinding ketakutan kalau membaca buku ini. Goosebumps memang menyajikan cerita-cerita horror super seram. Begitu pula
dengan seri-seri lainnya. Tidak percaya? Buktikan sendiri.
Rating: (3/5) liked it
Comments
Post a Comment