Sabtu, 07 Juni 2014

Nocturne: Eternally – Bertemu dengan Pasangan Takdir

"Pengkhianatan menyayat lebih dalam daripada pedang. Sakit. Begitu menyakitkan hingga saat dia menusukmu, kau bahkan tidak merasakannya" - Julie

gambar diambil dari sini
 
Judul: Nocturne – Hidup Abadi
Judul Asli: Nocturne - Eternally
Pengarang: Maureen Child
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Desember, 2010
Tebal buku: 272 halaman
ISBN: 978-979-22-6534-7

Harlequin. Pertama kali mengetahui kata tersebut eksis adalah dari sebuah blog resensi buku yang khusus membahas novel-novel Harlequin. Awalnya aku penasaran dengan penamaannya yang unik. Saking tidak biasa, awalnya ku kira itu adalah judul buku, haha. Setelah tahu, itu ternyata, umm, katakanlah genre suatu novel, aku jadi makin penasaran.

Satu hal yang ikut membuatku penasaran mengenai Harlequin adalah cover novel-novel tersebut. Kenapa ya, itu ilustrasi cover-nya kebanyakan gambar laki-laki, perempuan, atau sebuah bangunan. Biasanya jika bergambar laki-laki atau perempuan, maka mereka memakai pakaian rapi. Yang laki-laki memakai stelan jas sementara yang perempuan memakai dress atau gaun selutut. Pose mereka itu lho, intim banget. Yup, sejauh pengamatanku novel Harlequin memakai gambar asli atau foto untuk ilustrasi cover-nya, kebanyakan begitu. Hingga saat ini, akhirnya aku tahu, jika Harlequin adalah bukan sekedar novel romantis namun novel romantis dewasa, haha. Itu menjelaskan mengapa itu ilustrasi cover-nya intim banget, haha.

Harlequin-ku yang pertama adalah seri Nocturne: Eternally karangan Maureen Child. Novel terbitan Gramedia ini ku beli di PesBuk (Pesta Buku) murah yang diadakan di pelataran parkir Gramedia Jambi. Sebenarnya aku kurang suka dengan cover-nya. Terlebih saat membaca judulnya, aku jadi bingung sendiri. Judulnya itu Nocturne, atau Maureen Child, atau Eternally alias Hidup Abadi. Haha, hadehh banget, cukup bingung di awalnya. Tetapi, ya, karena itulah novel Harlequin yang bisa ku temukan saat itu, jadi ku putuskan untuk membelinya.

Benar saja, predikat sebagai novel romantis dewasa sudah terlihat sejak awal bab. Aku cukup terkejut saat menemukan kata -seks- di halaman 12 dan kata -payudara- di halaman 18. Haha, asli cepat banget cerita ini bergulir dan tanpa pemanasan apapun, tokoh perempuannya sudah jatuh cinta kepada tokoh laki-lakinya. Oke, mari kita anggap saja Love at the First Sight (LFS). Dan LFS tersebut serta merta sudah mampu membawa alur cerita ke hal yang lebih intim dalam waktu singkat. Oke, oke, sebaiknya ku ringkas sedikit tentang isi cerita novel Harlequin pertamaku ini.

Adalah Julie Carpenter yang baru saja bercerai dari suaminya dan menjalani kehidupan barunya. Pada suatu malam dia bertemu dengan Kieran MacIntyre. Mereka bertemu di suatu pesta di rumah Julie. Yang perlu kita ketahui, Kieran ternyata adalah seorang Penjaga a.k.a Pemburu Iblis yang sudah hidup selama 500 tahun lebih. Kieran dianugerahi kehidupan abadi, kekayaan yang amat banyak, serta tentunya wajah dan tubuh tampan nan atletis sebagai ganti untuk kesediaannya menjadi Pemburu Iblis. Satu kesamaan antara Julie dan Kieran adalah mereka sama-sama pernah dikhianati oleh pasangannya masing-masing. Julie dikhianati oleh suami dan sahabatnya sendiri. Sementara Kieran dikhianati oleh istrinya sebelum dia menjadi Penjaga.

Ada sebuah hukum yang mengikat Kieran dan Julie. Hukum tersebut mengenai Pasangan Takdir. Seorang Penjaga akan menjadi lebih kuat saat dia telah menemukan dan intim dengan Pasangan Takdirnya. Petunjuk mengenai Pasangan Takdirnya hanya si Penjaga sendiri yang mampu merasakan dan menentukan. Ahh, hukum yang err ya mungkin hanya ada di Harlequin kali ya, haha. Jujur aku sedikit -roll my eyes- saat membaca hukum ini. :D

Lalu apa dong konflik di novel harlequin yang sudah tuntas ku baca ini? Tidak lain adalah tentang si Iblis sebagai antagonis penyebar masalah. Si Iblis yang entah apa namanya, sangat doyan membunuhi manusia berkelamin perempuan. Iblis psycho ini sepertinya, haha. Sebenarnya Iblis ini sudah pernah dikirim Kieran ke Neraka. Namun pada kenyataannya, si Iblis berhasil lolos dari Neraka, tanpa tahu bagaimana. Dan seperti yang bisa diduga -jika sejauh ini ada pembaca yang menduga alur cerita- si Iblis ini mengejar Julie. Dia berniat membunuh Julie karena dia adalah Pasangan Takdir si Penjaga Kieran.

Oke lah, sekilas memang terkesan cukup tipikal dan klise banget. Namun ada hal menarik saat si Penulis mengaitkan Iblis ini dengan Jack the Ripper, penjahat terkenal dari Whitechapel, Inggris, yang puluhan tahun lalu hobi menggorok leher para perempuan korban kesadisannya. Iblis inilah yang merasuki beberapa manusia dan melakukan pembunuhan di Whitechapel tersebut. Itulah mengapa setiap saksi mata yang melihat selalu mempunyai gambaran berbeda mengenai pelaku atau si Jack the Ripper tersebut. Ada yang menggambarkannya sebagai pemuda jangkung, ada pula yang mengatakan melihatnya sebagai pemuda pendek. (hal:99)

Lebih jauh, aku teringat akan drama-drama Korea saat membaca kisah percintaan antara Kieran dan Julie ini. Tipikal banget. Si Julie awalnya marah-marah dan menolak dibantu oleh Kieran yang kemudian berkembang menjadi kecerobohan yang menjengkelkan. Ya, begitulah intinya. Bertengkar di awal lalu jatuh cinta dan intim di akhirnya. Untuk pertengkaran itu sendiri menghabiskan hampir separuh isi buku. Hmm, apakah memang cinta selalu datang melalui pertengkaran? Apakah cinta yang datang dari kerukunan kalah romantis dan kalah hebat dari yang datang melalui pertengkaran? Ahh entah lah. Sebaiknya kita lanjut membahas novel ini saja, haha.

Setelah membaca novel ini, aku jadi berpikir jika percintaan di novel Harlequin sangat berlebihan. Lelakinya terlalu digambarkan sebagai pemuda kaya raya, paling ganteng dan atletis sejagat, serta tentunya untuk novel yang semacam ini, pemuda itu berusia ratusan tahun plus abadi tanpa menua sedikit pun. Nah, lain lagi dengan penggambaran si perempuannya. Contohnya Julie, digambarkan sebagai perempuan biasa yang perlu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Walaupun biasa, bagi Kieran, dia terasa berbeda dari perempuan kebanyakan. Perempuan ini yang lantas tiba-tiba menjadi begitu beruntung ditaksir oleh cowok perfect seantero jagat. Plus sedikit bebal dengan menolak lalu marah-marah di awalnya dan tadaa..ujung-ujungnya malah klepek-klepek nyerah sama pesona si pemuda tersebut. Asli penuh pesona banget kedua karakter ini digambarkannya.

Well, ketika membaca buku atau novel semacam ini, maksudnya novel dengan makhluk abadi super kaya dan super keren, semacam si Penjaga ini atau Vampire, atau tentang Iblis, Siluman, dan sebangsanya, ada satu pertanyaan yang terlintas di benakku. Siapakah yang menciptakan penokohan seperti ini untuk pertama kalinya? Terutama untuk tokoh Vampire, Werewolf, dan kawan-kawannya. Salut banget karena sangat jenius dan bertahan begitu lama serta terus hidup dalam berbagai macam kisah, dalam satuan abad malah. Ya, ini terlepas dari kebenaran eksistensi makhluk-makhluk tersebut yaa. Namun di lain pihak, aku juga kangen akan sesuatu yang berbeda. Ada seseorang yang menciptakan penokohan baru yang kuat dan mampu menjadi pesaing bagi tokoh Vampire atau apapun itu yang mampu hidup ratusan tahun tanpa perlu menua. Mungkinkah aku lah orang yang akan menciptakannya? Huahaha. Maafkan. Anggap saja ini imajinasi liarku yang tak menentu. Jikalau ternyata sudah ada, share ke aku ya teman-teman. Biar wawasan di dunia fiksi ini makin bertambah juga. :)

Buku Harlequin setebal 272 halaman ini berhasil aku tamatkan dalam waktu sehari. Setidaknya rasa penasaranku sedikit terjawab. Bahwa Harlequin itu sepertinya adalah novel dewasa yang dilengkapi dengan adegan menjurus ke intim serta kisah cinta yang err bisa dikatakan berlebihan. Terlalu fiksi untuk terjadi di dunia nyata. Ini pendapat ku lho ya. Namun biar fair, aku sebaiknya membaca beberapa Harlequin lagi. Boleh jadi bisa kutemukan varian lainnya yang lebih menarik.

Sedikit catatan, aku menemukan beberapa typo dan pemenggalan kata yang tidak pada tempatnya. Bisa dilihat pada halaman 56, 131, dan 144. Memang kisah percintaan di Harlequin satu ini cukup berlebihan plus alur yang menurutku lambat. Belum lagi Kieran yang begitu keren dan kuat hanya memiliki porsi sedikit dalam adegan pertarungannya. Awalnya aku berharap ada pertarungan yang digambarkan dengan sengit, karena image Kieran yang begitu keren, yang kubayangkan seperti Cloud tanpa rambut spike, hehe. Akan tetapi malah adegan tebar pesona ehh kekaguman maksudnya yang banyak ditampilkan. Haha, mungkin aku juga sih yang salah novel yaa. Mencari yang seperti itu di novel beraliran Harlequin. Namun aku masih penasaran dan masih ingin berkenalan lebih jauh dengan Harlequin. :)


Yup, intinya ini novel yang ringan, dan lumayan mengasyikan. Cocok dibaca sebagai selingan. Karena ku rasa, membaca buku atau novel yang serius apalagi tebal terus menerus bisa bikin otak penat. So, novel seperti ini cocok saja untuk me-refresh pikiran dan menghilangkan kepenatan, hehe. Apalagi buat pembaca perempuan nih. Umumnya perempuan suka kan dengan novel romantis semacam ini. Tentang ditaksir seorang Prince charming nan baik hati, mapan, dan setia pula, haha. Karena aku juga perempuan dan ada kebutuhan untuk merasa dicintai. Dan kisah di novel ini memberikan perasaan enaknya dicintai, secara tulus pula. Sebagai bacaan selingan, gak masalah lah yaa. Haha, oke, sebaiknya ku berhenti di sini. Mudah-mudahan resensi ini bermanfaat. Happy Reading, Folks. :D

Rating: Good

Tidak ada komentar:

Posting Komentar