[Review] Percy Jackson and The Olympians: The Sea of Monsters by Rick Riordan - Petualangan untuk menyelamatkan teman

“Does truth have a moral?”




Judul: Percy Jackson and the Olympians: The Sea of Monsters
Seri: Percy Jackson and the Olympians #2
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: Cetakan Ke-10, Oktober 2013
Tebal buku: 362 halaman

ISBN: 978-602-1606-21-6

Riordan mengawali buku kedua dari seri Percy Jackson and the Olympians ini dengan sebuah mimpi buruk yang mendatangi Percy. Dia bermimpi tentang Grover, sahabat satirnya, sedang dikejar-kejar makhluk jahat yang datang dari arah pantai. Di dalam mimpi itu, Grover berusaha melarikan diri dari kejaran makhluk tersebut. Tampak Grover bersembunyi di balik gaun pengantin dan petir menyambar, makhluk tersebut berteriak: Milikku. Lalu Percy pun terbangun. 

Percy menceritakan mimpinya tersebut kepada ibunya. Ibunya mengatakan agar tidak usah terlalu mencemaskan Grover. Hari itu adalah hari terakhir sekolah dan Percy merasa lega berhasil melewati satu tahun tanpa terbunuh. Dia pun bisa bersiap kembali ke Perkemahan Blasteran esok hari. Namun ternyata dia tidak perlu menunggu hari esok.

Annabeth mendadak datang ke sekolahnya dengan membawa berita buruk bahwa Perkemahan terancam dikuasai monster. Percy, Annabeth dan Tyson –anak tunawisma berbadan besar yang selalu mengikuti Percy- memutuskan untuk segera kembali ke Perkemahan. Usut punya usut, Tyson sebenarnya adalah Cyclops, monster hasil pernikahan arwah liar dan Dewa. Dan ketika cerita semakin bergulir, kita akan mendapatkan kejutan lain tentang Tyson.

Perkemahan Blasteran berantakan. Pohon Thalia diracuni. Chiron keluar dari Perkemahan karena fitnah. Belum lagi mimpi-mimpi buruk terus menghantui Percy. Akhirnya demi menyelamatkan Perkemahan dan menemukan Grover, Percy harus mengarungi lautan penuh monster. Dan sedikit demi sedikit ramalan yang dirahasiakan oleh Chiron dan Para Dewa mengenai Percy semakin terkuak.

Seru sekali membaca kelanjutan seri Percy Jackson ini. Terasa segar dan lebih menantang. Ada tokoh-tokoh baru dan twist yang menarik. Senada dengan kutipan dari Publisher Weekly: “Dengan humor dan alur yang cerdas..Riordan telah meramu sekuel yang lebih kuat dari seri perdananya yang begitu menarik.”

Yup, Riordan mengeksekusi seri ini dengan manis dan kembali menyisipkan hal-hal yang membuat penasaran. Novel ini pun telah diadaptasi dalam bentuk film. Sekarang buku ketiganya telah bertengger rapi di meja. Can't wait!

Comments

Popular posts from this blog

[Review] The Silmarillion by J.R.R Tolkien – Sebuah riwayat yang panjang

[Review] Emma by Jane Austen – Drama percintaan klasik

[Review] The Dark Blood by Ashara – Kisah Makhluk Penghisap Darah, namun bukan Vampire