Jumat, 09 Mei 2014

Percy Jackson and The Olympians: The Sea of Monsters - Petualangan untuk Menyelamatkan –Seorang- Teman

“Does truth have a moral?”

gambar diambil dari sini

Judul: Percy Jackson and The Olympians: The Sea of Monsters
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: Cetakan Ke-10, Oktober 2013
Tebal buku: 362 halaman

ISBN: 978-602-1606-21-6

Sudah cukup lama aku selesai membaca novel ini. Namun karena ini dan karena itu, barulah sekarang bisa membuat resensinya. Dan kali ini langsung ku ketik lewat computer. Yup sebelumnya aku memang terbiasa mengetik postingan dengan memanfaatkan aplikasi memo di handphone ku. Yah katakan saja kalau ini pengecualian. Haha, ok langsung ke resensinya.

Riordan mengawali seri kedua Percy Jackson and The Olympians ini dengan kisah tentang mimpi buruk yang tetiba dialami oleh Percy. Dia bermimpi tentang Grover, sahabat satirnya, sedang dikejar-kejar makhluk jahat yang datang dari arah pantai. Di dalam mimpi itu Grover berusaha melarikan diri dari kejaran makhluk tersebut. Hingga Grover bersembunyi di balik gaun pengantin dan petir menyambar, makhluk tersebut berteriak: Milikku. Lalu Percy pun terbangun.

Percy menceritakan tentang mimpinya tersebut kepada Ibunya. Dan Ibunya mengatakan agar dia tidak usah terlalu mencemaskan Grover. Hari itu adalah hari terakhir sekolah. Dan Percy merasa lega berhasil melewati satu tahun tanpa terbunuh dan bersiap kembali ke Perkemahan Blasteran. Dia berencana kembali ke perkemahan esok hari. Namun ternyata dia harus kembali hari ini juga.

Singkat cerita, Annabeth tetiba datang ke sekolah barunya dengan membawa berita buruk bahwa Perkemahan terancam dikuasai monster. Percy, Annabeth dan Tyson –anak tunawisma berbadan besar yang selalu mengikuti Percy- memutuskan untuk segera kembali ke Perkemahan. Usut punya usut, Tyson sebenarnya adalah Cyclops, monster hasil pernikahan arwah liar dan Dewa. Dan ketika cerita semakin bergulir, kita akan mendapatkan kejutan lain tentang Tyson.

Perkemahan Blasteran berantakan. Pohon Thalia diracuni. Chiron keluar dari Perkemahan karena fitnah. Belum lagi mimpi-mimpi buruk terus menghantui Percy. Akhirnya demi menyelamatkan Perkemahan dan menemukan Grover, Percy harus mengarungi lautan penuh monster. Dan sedikit demi sedikit ramalan yang dirahasiakan oleh Chiron dan Para Dewa mengenai Percy semakin terkuak.

Seru sekali membaca kelanjutan seri Percy Jackson ini. Terasa fresh dan lebih menantang. Ada tokoh-tokoh baru dan twist yang mengejutkan. Senada dengan kutipan dari Publisher Weekly: “Dengan humor dan alur yang cerdas..Riordan telah meramu sekuel yang lebih kuat dari seri perdananya yang begitu menarik.”

Yup, Riordan mengeksekusi seri ini dengan manis dan kembali menyisipkan hal-hal yang membuat penasaran. Novel ini pun telah di-film-kan. Dan sekarang buku seri ketiganya telah bertengger rapi di meja. Cant wait to read it. Yaiyy. :)

Rating: The Best

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar