Jumat, 09 Mei 2014

Percy Jackson and the Olympians: The Last Olympian - Ketika Semua Berkumpul

Hope doesn’t leave without being given permission

gambar diambil dari sini

Judul: Percy Jackson and The Olympians: The Last Olympian
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun terbit: Cetakan IX, Januari 2014
Tebal buku: 452 halaman
ISBN: 978-602-1606-18-6

Yaiyy, akhirnya selesai menamatkan membaca semua seri Percy Jackson and The Olympians. Alhamdulillah. Thanks again for Ez yang sudah kasih all these series sebagai kado di beberapa bulan yang lalu. Ok, sory kalau ini pembukaan yang aneh, haha.

Well, apa yang ada di buku Percy seri kelima sekaligus seri terakhir dari The Olympians? Hmm, menurutku adalah pertarungan yang intens. Di buku ini ada banyak pertarungan yang tidak hanya dilakukan oleh Percy dan teman-temannya. Kali ini ada pertarungan besar yang melibatkan kedua kubu. Satu kubu Kronos dan monsters yang jahat, lalu satunya kubu para dewa Olympus, Percy, Nico, seluruh Pekemah, seluruh Pemburu Artemis, seluruh Centaurus, dan tak ketinggalan para Satir serta seluruh arwah alam liar yang juga ikutan perang. Oh ya, ikut pula para manusia fana. Benar-benar pertarungan akbar. Tumpah ruah, haha.

Syukurlah, ternyata awal buku ini tidak dimulai dengan gedung sekolah yang hancur karena monster. Alih-alih gedung, ada kap mobil Paul Blofis yang penyok diinjak Blackjack si Pegasus. Yup, Beckendorf dari pondok Hephaestus menjemput Percy yang lagi mengendarai mobil bersama Rachel di tepi pantai di pesisir selatan. Saat itu Percy sedang liburan bersama Ibunya dan Paul. Kehadiran Beckendorf menandakan kalau Percy mau tidak mau meninggalkan liburannya serta latihan mengendarai mobilnya. Waktu untuk meledakkan kapal Putri Andromeda sudah tiba.

Ketika keadaan menjadi genting, Dewa Dewi Olympia terpecah belah. Poseidon sibuk mengatasi serangan Oceanus, Titan Laut. Sementara Zeus dan semua Dewa Mayor sibuk menghalau Typhon, monster raksasa andalan Kronos yang telah bangkit dari tidurnya. Monster ini di dalam kabut berwujud sebagai badai besar dan sedang merangsek maju menuju Olympus. Sementara Hades masih bersantai di dunia bawah, tak ingin ikut campur. Namun dia turut membawa Persephone dan Ibunya Demeter ke dunia bawah. Itulah mengapa Percy Jackson and The Olympians seri ini berjudul “The Last Olympian” atau yang juga berarti Dewi Olympia Terakhir. Ada yang bisa nebak siapa Dewi Olympia terakhir tersebut? Hehe, :)

Annabeth dan tentunya Dewi Athena, Ibunya, telah membaca keadaan ini sebagai jebakan. Menurut mereka Typhon adalah bagian dari rencana Kronos untuk menghancurkan Olympus. Athena terus meminta Zeus untuk kembali ke Olympus, namun Zeus menolak dan memintanya terus bertarung dengan Typhon. Akhirnya Percy dan seluruh Pekemah kecuali Pondok Ares datang ke Manhattan, New York untuk melindungi Olympus. Mereka berhadapan langsung dengan Kronos dan kroni monsternya.

Ada satu hal yang membuatku penasaran ketika menutup buku seri keempat dan ingin buru-buru membaca seri kelima. Adegan di saat Nico datang ke apartemen Percy dan menawarkan cara untuk melawan Kronos. Aku agak berharap Riordan akan memulai seri kelima dari situ, namun ternyata tidak. Adapun cara yang ditawarkan oleh Nico tersaji kira-kira di bagian seperempat buku. Cara tersebut (-spoiler) adalah dengan berendam di sungai Styx. Sungai orang mati berair hitam yang mampu melarutkan apa saja. Jika berhasil berendam di sana tanpa ikut larut, maka orang tersebut akan menjadi kebal kecuali di satu titik yang terhubung dengan ingatan terhadap dunia fana. Untuk ke sungai tersebut, Percy ditemani oleh Nico dan Nyonya O' Leary si Anjing Neraka.

Nah, seperti ciri khas buku Percy Jackson yang lainnya, selalu ada ramalan yang berasal dari arwah Delphi. Ramalan di seri kelima ini tak lain adalah ramalan besar yang telah disimpan rapat selama bertahun-tahun dari Percy. Dan kini ketika Percy hendak menginjak usia 16 tahun, dia mendengar utuh isi ramalan tersebut. Kupikir ada kaitannya dengan ritual pengorbanan Ophiotaurus alias Bessi, rupanya jauh dari ritual magis seperti itu, haha. Berikut isi ramalannya:
Anak blasteran dewa tertua akan mencapai enam belas setelah melewati bahaya
Dan saksikan dunia dalam tidur abadi
Jiwa sang pahlawan, bilah terkutuk yang akan menghabisi
Satu pilihan akan akhiri usianya
Olympus tetap lestari atau binasa

Buku seri kelima ini seru. Riordan akhirnya menutup seri petualangan Percy and The Olympians tanpa membiarkan ceritanya berlarut-larut panjang. Jika ingin memberikan kritikan, mungkin tentang pertarungan yang disajikan, kurang bisa aku ikuti. Haha, mungkin karena aku yang sulit membaca deskripsi tentang pertarungan. Well, selain itu ada satu lagi yang tidak kusuka. Dibagian awal buku, Riordan selalu memeberi teka teki dengan petunjuk ini itu saat Percy bertanya mengapa begini mengapa begitu.  Haha, mungkin Riordan sangat piawai membuat Percy kesal dan akhirnya itu mempengaruhi emosiku saat membaca karena aku merasa awam seperti Percy.

Salut untuk buku kelima ini. Aku masih mau membaca karangan Riordan yang lainnya. Buku ini tetap penutur mitologi Yunani yang oke dan penuh humor sehingga terasa ringan dibandingkan membaca buku teks sejarah. Suasana informal terkadang membuat daya tangkap dan rasa ingin tahu menjadi lebih besar. Di buku ini pun hadir beberapa Titan saudara Kronos lainnya, terkuaknya sang pengkhianat yang akhirnya mati sebagai Pahlawan. Sedikit informasi yang tidak terlalu penting, haha, diantara para dewa, aku suka Poseidon dan Hades, sedangkan untuk para Pahlawan blasteran yang ada, aku terkesan dengan Nico, haha. Yup intinya seri kelima ini seri tumpah ruah. Semua berkumpul mulai dari para Titan, Dewa Dewi Olympus, para Monster, para Pemburu, para centaurus para Satir dan roh alam liar, dan pastinya para Blasteran. Seri yang menarik. Yummy. :)

Rating: The Best

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar