[Review] Percy Jackson and The Olympians: The Battle of the Labyrinth by Rick Riordan - Menyusuri Labirin Kuno Daedalus
“People are more difficult to work with
than machines. And when you break a person, he can't be fixed.”
![]() |
gambar diambil dari sini |
Judul: Percy Jackson
and the Olympians: The Battle
of the Labyrinth
Seri: Percy Jackson and the Olympians #4
Pengarang: Rick Riordan
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: Cetakan
V, November 2013
Tebal buku: 443
halaman
ISBN:
978-602-1606-19-3
Kali ini
liburan musim panas baru dimulai. Percy tengah bersiap untuk mengikuti masa
orientasi di sekolahnya yang baru. Sekolah tersebut bernama Goode, sekolahnya
Paul Blofis, pacar Ibunya. Ketika baru tiba di sekolah tersebut, Percy terkejut
karena dia melihat Rachel Elizabeth Dare, gadis berambut merah yang mampu
melihat menembus kabut, yang ditemuinya di Bendungan Hoover di musim dingin
sebelumnya. Ternyata Rachel juga masuk ke sekolah Goode dan akan mengikuti masa
orientasi juga.
Seperti di buku sebelumnya, Percy tidak mampu bertahan lama di sekolah barunya.
Selalu ada monster yang menyerangnya karena dia adalah Blasteran. Hidup
sebagai blasteran memang tidak mudah. Ancaman untuk terbunuh berulangkali
datang. Monster di sekolah Goode kali ini adalah para Empousa, pelayan Hecate.
Mau tidak mau Percy harus melawan mereka agar tidak dimangsa. Gedung sekolah pun
terbakar. Percy berlari bersama Annabeth ke Perkemahan. Annabeth saat itu
memang mampir ke Goode untuk bertemu Percy. Mereka ada janji nonton film bareng
gitu, hehe.
Singkat
cerita, di buku keempat ini, Annabeth menjadi pemimpin misi masuk ke dalam Labyrinth
Daedalus. Dia harus menemui Daedalus dan meminta benang Ariadne. Ini semua agar
Luke beserta rombongan Kronos lainnya tidak jadi menyerang dan menghancurkan
Perkemahan Blasteran. Mereka tidak dapat masuk ke dalam Perkemahan karena
perbatasan Perkemahan telah dilindungi oleh sihir yang kuat. Namun di tengah
Perkemahan ada pintu masuk ke dalam Labyrinth. Luke dan para monster lainnya
berencana menyerang Perkemahan dari dalam Labyrinth.
Akan
kuceritakan sedikit tentang Labyrinth ini. Labyrinth ini buatan Daedalus, anak
Athena yang sangat jenius. Dia membuatnya berdasarkan perintah dari Raja Minos,
Raja Kreta yang berkuasa saat itu. Namun akhirnya Daedalus berselisih dengan
Minos. Dia membunuh Minos, dan setelah kematiannya, arwah Minos terus
memburunya. Daedalus terus bersembunyi di dalam Labyrinth dan dengan
kejeniusannya, dia mencurangi kematian. Dia mampu hidup hingga 2000
tahun lebih.
Labyrinth
sendiri merupakan karyanya yang terhebat. Penuh dengan sihir, jebakan, dan
monster yang menghuni di dalamnya. Labyrinth ini punya banyak pintu masuk,
karena senantiasa meluas seiring berjalan waktu. Daya hidup Daedalus terkait
dengan Labyrinth ini. Labyrinth baru bisa hancur jika Daedalus mati. Awalnya
Percy tidak percaya jika Daedalus masih hidup, namun selagi Labyrinth masih
ada, maka Daedalus pun masih ada.
Selain
Annabeth dan Percy, ada Grover dan Tyson yang juga ikut masuk ke dalam
Labyrinth. Grover sebagai satir tidak menyukai masuk ke bawah tanah yang gelap
tanpa cahaya matahari, namun dia harus masuk karena dia ingin mencari Pan, Dewa
Alam Liar yang telah menghilang beribu tahun yang lalu. Ada asumsi bahwa di
dalam Labyrinth lah Pan berada. Mampukah Annabeth, Percy, Tyson, dan Grover
menyelesaikan misi mereka? Akankah Luke dan para monster bawahan Kronos gagal
menyerang Perkemahan? Berikut isi ramalan dari arwah Delphi, sang Oracle:
Kau akan masuk ke dalam kegelapan Labyrinth
tanpa akhir
Yang mati, yang berkhianat, dan yang hilang
pun kembali hadir
Di tangan sang Raja Hantu kebangkitan dan
kegagalanmu di tentukan
Pertarungan terakhir anak Athena menanti
Hancur beserta napas terakhir seorang
pahlawan
Dan kehilangan cinta karena musibah yang
lebih buruk daripada mati.
Buku seri
keempat ini sangat meriah. Ada banyak sekali karakter yang bermain
di sini. Mulai dari para Blasteran baru (Daedalus, Nico di Angelo, Ethan
nakamura), manusia fana (Rachel Elizabeth Dare, Paul Blowfis), Calypso, dewa
dewi Olympus, dan juga para monster (Sfinks, Kampe, Hekatonkheir, Orthus,
Geryon, Telekhine, Calypso, Antaeus). Kekayaan karakter dan cerita hidup yang
mereka bawa telah ikut memeriahkan seri ini dan membuatnya berbeda dengan seri
sebelumnya.
Meskipun
begitu, ada satu hal yang agak mengecewakan. Aku agak jenuh dengan bagian
awal cerita. Selalu saja di bagian awal Percy di serang monster dan dia pun
harus segera lari ke Perkemahan. Atau selalu saja ada kekacauan akibat ulah
monster tersebut di setiap tempat bernama sekolah. Adegan ini seolah menjadi
adegan wajib di awal buku. Aku jenuh, hehe.
Entahlah, kurasa
setelah pengulangan beberapa kali, itu bukan lagi awal yang oke. Tetapi seiring
cerita bergulir, kita akan terhanyut dan menjadi penyimak sejarah mitologi
Yunani kuno yang baik. Bagiku novel ini tetap merupakan media yang baik untuk
belajar sejarah/mitologi. Riordan bercerita dengan mudah dan humoris. Segera meluncur ke
buku kelima: The Last Olympian. Penasaran, bagaimana Riordan akan mengakhiri kisah ini.
Rating: (4/5) really liked it
Percy Jackson and the Olympians series
#1The Lightning Thief
#2 The Sea of Monsters
#3 The Titan's Curse
#4 The Battle of the Labyrinth
#5 The Last Olympians
Rating: (4/5) really liked it
Percy Jackson and the Olympians series
#1The Lightning Thief
#2 The Sea of Monsters
#3 The Titan's Curse
#4 The Battle of the Labyrinth
#5 The Last Olympians
Comments
Post a Comment