Jumat, 09 Mei 2014

Percy Jackson and The Olympians: The Battle of the Labyrinth - Menyusuri Labirin Kuno Daedalus

“People are more difficult to work with than machines. And when you break a person, he can't be fixed.”

gambar diambil dari sini

Judul: Percy Jackson and The Olympians: The Battle of the Labyrinth
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan
Tahun terbit: Cetakan V, November 2013
Tebal buku: 443 halaman
ISBN: 978-602-1606-19-3

Kali ini liburan musim panas baru dimulai. Percy tengah bersiap untuk mengikuti masa orientasi di sekolahnya yang baru. Sekolah tersebut bernama Goode, sekolahnya Paul Blofis, pacar Ibunya. Ketika baru tiba di sekolah tersebut, Percy terkejut karena dia melihat Rachel Elizabeth Dare, gadis berambut merah yang mampu melihat menembus kabut, yang ditemuinya di Bendungan Hoover di musim dingin sebelumnya. Ternyata Rachel juga masuk ke sekolah Goode dan akan mengikuti masa orientasi juga.

Well, seperti seri sebelumnya, Percy tidak mampu bertahan lama di sekolah barunya. Selalu ada monster yang menyerangnya, yah karena dia adalah Blasteran. Hidup sebagai blasteran memang tidak mudah. Ancaman untuk terbunuh berulangkali datang. Monster di sekolah Goode kali ini adalah para Empousa, pelayan Hecate. Mau tidak mau Percy harus melawan mereka agar tidak dimangsa. Gedung sekolah pun terbakar. Percy pun berlari bersama Annabeth ke Perkemahan. Annabeth saat itu memang mampir ke Goode untuk bertemu Percy. Mereka ada janji nonton film bareng gitu, hehe.

Singkat cerita, di buku keempat ini, Annabeth menjadi pemimpin misi masuk ke dalam Labyrinth Daedalus. Dia harus menemui Daedalus dan meminta benang Ariadne. Ini semua agar Luke beserta rombongan Kronos lainnya tidak jadi menyerang dan menghancurkan Perkemahan Blasteran. Mereka tidak dapat masuk ke dalam Perkemahan karena perbatasan Perkemahan telah dilindungi oleh sihir yang kuat. Namun di tengah Perkemahan ada pintu masuk ke dalam Labyrinth. Luke dan para monster lainnya berencana menyerang Perkemahan dari dalam Labyrinth.

Well, akan kuceritakan sedikit tentang Labyrinth ini. Labyrinth ini buatan Daedalus, anak Athena yang sangat jenius. Dia membuatnya berdasarkan perintah dari Raja Minos, Raja Kreta yang berkuasa saat itu. Namun akhirnya Daedalus berselisih dengan Minos. Dia membunuh Minos, dan setelah kematiannya, arwah Minos terus memburunya. Walhasil Daedalus terus bersembunyi di dalam Labyrinth dan dengan kejeniusannya, dia mencurangi kematian, hingga dia mampu hidup hingga 2000 tahun lebih.

Labyrinth sendiri merupakan karyanya yang terhebat. Penuh dengan sihir, jebakan, dan monster yang menghuni di dalamnya. Labyrinth ini punya banyak pintu masuk, karena senantiasa meluas seiring berjalan waktu. Daya hidup Daedalus terkait dengan Labyrinth ini. Labyrinth baru bisa hancur jika Daedalus mati. Awalnya Percy tidak percaya jika Daedalus masih hidup, namun selagi Labyrinth masih ada, maka Daedalus pun masih ada.

Selain Annabeth dan Percy, ada Grover dan Tyson yang juga ikut masuk ke dalam Labyrinth. Grover sebagai satir tidak menyukai masuk ke bawah tanah yang gelap tanpa cahaya matahari, namun dia harus masuk karena dia ingin mencari Pan, Dewa Alam Liar yang telah menghilang beribu tahun yang lalu. Ada asumsi bahwa di dalam Labyrinth lah Pan berada. So, mampukah Annabeth, Percy, Tyson, dan Grover menyelesaikan misi mereka? Akankah Luke dan para monster bawahan Kronos gagal menyerang Perkemahan? Berikut isi ramalan dari arwah Delphi, sang Oracle:
Kau akan masuk ke dalam kegelapan Labyrinth tanpa akhir
Yang mati, yang berkhianat, dan yang hilang pun kembali hadir
Di tangan sang Raja Hantu kebangkitan dan kegagalanmu di tentukan
Pertarungan terakhir anak Athena menanti
Hancur beserta napas terakhir seorang pahlawan
Dan kehilangan cinta karena musibah yang lebih buruk daripada mati.

Buku seri keempat ini sangat meriah. Ini karena ada banyak sekali karakter yang bermain di sini. Mulai dari para Blasteran baru (Daedalus, Nico di Angelo, Ethan nakamura), manusia fana (Rachel Elizabeth Dare, Paul Blowfis), Calypso, dewa dewi Olympus, dan juga para monster (Sfinks, Kampe, Hekatonkheir, Orthus, Geryon, Telekhine, Calypso, Antaeus). Kekayaan karakter dan cerita hidup yang mereka bawa telah ikut memeriahkan seri ini dan membuatnya berbeda dengan seri sebelumnya.

Meskipun begitu, ada satu hal yang agak mengecewakan. Hmm aku agak jenuh dengan bagian awal cerita. Selalu saja di bagian awal Percy di serang monster dan dia pun harus segera lari ke Perkemahan. Atau selalu saja ada kekacauan akibat ulah monster tersebut di setiap tempat bernama sekolah. Adegan ini seolah menjadi adegan wajib di awal buku. Aku jenuh Riordan, hehe. :)

Yah, kurasa setelah pengulangan beberapa kali, itu bukan lagi awal yang oke. Tetapi seiring cerita bergulir, kita akan terhanyut dan menjadi penyimak sejarah mitologi Yunani kuno yang baik. Bagiku tetap, novel ini adalah media yang baik untuk belajar sejarah. Riordan bercerita dengan mudah dan humoris. Segera meluncur ke Percy seri kelima: The Last Olympian. Wondering how Riordan would end this story. Alhamdulillah, bukunya sudah tergeletak manis di atas meja. Also arigato Ez for all of these books. Sesuatuu banget..:)

Rating: Better

Tidak ada komentar:

Posting Komentar