[Review] A Tree Grows in Brooklyn by Betty Smith – Seperti biografi dan lebih dari sepotong nasihat
"Pohon ini hidup! Dan tak ada yang bisa
menghancurkannya." - Francie
![]() |
sumber |
Judul asli: A Tree
Grows in Brooklyn
Judul terjemahan:
Sebatang Pohon Tumbuh di Brooklyn
Pengarang: Betty Smith
Penerbit: Gramedia
Pustaka Utama
Terbit: Januari, 2011
Tebal buku: 664 halaman
Format: Paperback
Genre: Klasik; Young
Adult
ISBN:
978-979-22-6492-0
Sudah dua
tahun buku ini menumpuk di timbunan. Pernah kucoba baca, namun sayangnya mood-ku kacau dan beralih ke buku
lainnya. Bukan, bukan karena ceritanya kurang menarik, ini buku yang manis,
hanya saja memang saat itu aku belum siap menamatkannya karena pengaruh mood. Sedikit flashback, sampul buku ini dan ketebalannya yang menarik perhatianku
saat pertama kali melihatnya. Cover cokelatnya dan cap mawar
di sudut kanan bawah buku, sudah cukup menguatkan kesan klasiknya. Buku ini
ditulis oleh Betty Smith dan terbit pertama kali pada 1943. Ulala, sudah tua sekali cerita di
dalamnya, melampui umurku saat ini.
Aroma
klasik dan segala hal baik (seperti kesederhanaan, prinsip hidup, dan sopan
santun) mengalir mulus dan terjalin dengan apik di buku ini. Ada banyak nasihat
dari nenek yang taat kepada agamanya. Ada pula bimbingan orang tua, terutama
sang ibu yang begitu kuat menjaga dan mendidik anak-anaknya dengan pemahaman
yang baik akan kehidupan. Meski demikian, buku ini tidak menggurui. Buku ini
hanya bercerita, memaparkan dan akhirnya mengajak berpikir bersama ke arah itu.
Jika bisa
merangkum buku ini dalam dua kata maka itu adalah “biografi dan keluarga”.
Membaca buku ini seperti membaca biografi/riwayat hidup dari penulisnya. Ada ulasan menarik tentang
penulisnya di bagian belakang buku, dan kisah hidup penulisnya di dalam ulasan
tersebut sedikit mirip dengan novel fiksi klasik ini. Namun jika memang
biografi, ini adalah biografi singkat. Peristiwa yang dibahas dibuku ini terjadi
dalam rentang 6 tahun. Dimulai saat tokoh utamanya berusia 11 tahun hingga dia
menapaki usia 17 tahun.
"Biografi" singkat
namun cukup tebal ini diisi dengan berbagai prinsip dan keteladanan. Saat
membacanya, aku merasa seperti ada seorang nenek yang bercerita tentang
perjalanan hidupnya sewaktu muda dulu. Buku ini tidak memakai sudut pandang
pertama melainkan sudut pandang ketiga tanpa mengabaikan peran tokoh utama
yaitu Francie Nolan. Cerita bergulir dalam suka dan duka, namun tidak pernah
terlalu berlebihan.
Seorang
anak berumur 11 tahun lahir di Brooklyn dalam keluarga yang kurang mampu secara
finansial. Meski begitu, keluarga tersebut mempunyai prinsip, dan mereka
percaya bahwa pendidikan adalah satu hal yang bisa menyelamatkan dan
memperbaiki kehidupan mereka. Anak tersebut bernama Francie Nolan dan mempunyai
saudara laki-laki yang selisih dua tahun dari umurnya bernama Neeley. Ayah dan
Ibu mereka adalah imigran. Kalau tidak salah keduanya berasal dari Irlandia.
Mereka sampai di Amerika dari jaman nenek Francie.
Brooklyn
saat itu bukanlah tempat yang bagus. Tempat tinggal mereka di Williamsburg saat
itu termasuk pemukiman kumuh dan rawan. Namun di sana Francie berasal dan di
sanalah keluarganya berjuang demi masa depan keluarga mereka. Francie menyukai
kegiatan membaca dan bertekad membaca semua judul buku di perpustakaan umum
kecil di kota itu. Dia pun pandai mengarang dan memilki keinginan untuk kuliah.
Meski kedua orang tuanya sudah berusaha keras, namun kedua anak Nolan tersebut
masih harus membantu orang tua mereka bekerja. Terlebih setelah ayahnya, Jhonny
Nolan meninggal.
Mungkin
konflik yang ditawarkan tidaklah terlalu hebat dan dalam. Namun jika
kubayangkan aku berada di posisi mereka, itu bukan hidup yang mudah untuk
dijalani. Satu kabar baik yang mereka punyai adalah ikatan keluarga yang kuat.
Orang tua yang saling menyayangi dan menyayangi anak-anaknya. Keluarga besar
seperti nenek dan bibi-bibi yang tidak meninggalkan saudara mereka saat
kesusahan melanda. Keluarga mereka tumbuh dan selamat dari berbagai masalah
(khususnya masalah finansial) bagaikan sebatang pohon di halaman flat atau
rumah susun mereka. Pohon tersebut tumbuh menjulang ke langit meski akar-akarnya
berada di bawah lapisan semen dan pernah ditebang dan dibakar. Ini kisah klasik
yang manis. :)
Singkatnya
ini kisah yang sederhana, semacam biografi singkat tentang kehidupan seorang
anak dan keluarganya di wilayah kumuh Brooklyn. Mereka menjalani hari demi hari
dan tetap bertahan sembari menjaga mimpi-mimpi mereka. Buku ini asyik dibaca
saat ingin membuat pikiran rileks atau bagi yang rindu dengan keluarga
tercinta. Ada banyak kutipan menarik dan akan kubuat postingannya sendiri (klik di sini). Hanya ada sedikit typo
dan terlepas dari itu semua, aku memberi rating (3/5). Alurnya memang sedikit lambat, namun
ini buku yang hangat dan manis. Seperti menyantap secangkir kopi panas dan
sepotong donat di pagi hari yang tenang. Cobalah. :D
Rating: (3/5) liked it
Submitted to:
Comments
Post a Comment